KENYA (KBK) – Perawat di negara Afrika Timur di Kenya mogok kerja, memasuki hari kedua Selasa, enam pasien meninggal karena tidak mendapat tindakan medis di di Rumah Sakit Umum Coast di Kota Pesisir Mombasa
Media lokal, memberitakan kematian itu dari sumber resmi Kepala Kesehatan Mombasa Khadija Shikely. Ia mengatakan tiga korban tersebut berada di unit gawat darurat rumah sakit sementara yang lainnya berada di bangsal.
Seorang perawat yang sedang mogok kerja dari rumah sakit, meminta tidak disebutkan namanya.
“Rumah sakit terbesar di sana, banyak pasien yang masuk …namun mereka dikembalikan, aakhirnya kematiannya sangat disayangkan, ” ungkapnya
Rumah sakit umum di Kenya telah dipaksa untuk merujuk pasien ke rumah sakit swasta yang mahal, menyebabkan meningkatnya jumlah korban tewas, karena banyak warga Kenya yang tidak sanggup membayar perawatan di rumah sakit swasta.
Pemogokan tersebut dimulai dengan demonstrasi, Senin melibatkan lebih dari 45.000 perawat berseragam yang menuntut bayaran lebih baik, peralatan kesehatan yang lebih baik di rumah sakit, dan lebih banyak perawat yang dipekerjakan berdasarkan kesepakatan antara serikat pekerja dan pemerintah yang akan ditandatangani Desember lalu.
Dewan Gubernur, yang bertemu pada hari Senin untuk menemukan jalan untuk mengakhiri pemogokan tersebut, menyalahkan Komisi Gaji dan Remunerasi negara (BUMN) atas keterlambatan dalam menandatangani kesepakatan tersebut.
Seperti dilansir Anadolu, awal tahun ini puluhan orang Kenya meninggal dan yang lainnya menderita karena dokter mogok kerja selama 100 hari, yang membuat sistem perawatan kesehatan di negara itu menjadi krisis.





