Perdamaian di Ukraina makin menjauh

Pasukan Ukraina melancarkan serangan mendadak ke wilayah Kursk, Rusia (6/8), namun Rusia mengklaim berhasil merebutnya kembali. Berbalasan saling serang membuat pedamaian di Ukraina sulit diwujukan.

SALING serang antara dua negara tetangga dan sempalan Uni Soviet, Rusia dan Ukraina yang berlangsung sejak invasi negara Beruang Merah itu pada 24 Feb. 2022 makin bereskalasi sehingga perdamaian agaknya masih “jauh panggang dari api”.

Serangan mengejutkan Ukraina berhasil memasuki wilayah Kursk, Rusia barat sampai belasan km pada 8 Agustus lalu, padahal pasukan Rusia masih berada di sejumlah front di Ukraina terutama di wilayah yang  dianeksasinya pada 30 September 2022 yakni Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhia.

Presiden Ukraina Voldymyr Zelenskyy agaknya menggunakan kemenangannya di front Kursk sebagai alat untuk menawarkan perdamaian kepada Rusia, namun alih-alih menerimanya, Presiden Rusia Vladimir Putin malah memerintahka serangan balik untuk memukul mundur pasukan Ukraina.

“Kami telah berhasil menghentikan gerakan musuh yang tak terkendali dan musuh sudah sadar, serangan kilat yang dilancarkannya telah gagal, “ kata Komandan pasukan khusus  Republik Chechnya, Rusia Mayjen Apti Alaudinov.

Bagi Ukraina, serangan ke wilayah Kursk dilakukan demi keamanan negerinya karena selama pasukan Rusia menggunakan Kursk sebagai basis untuk menyerang Ukraina, khususnya ke wilayah Sumi di timur laut negeri itu yang berbatasn dengan Kursk,

Pihak Ukraina berdalih, walau pun pasukannya bisa menguasai Kursk, mereka tidak ingin lebih lama bertahan di sana dan seperti yang ditegaskan oleh Jubir Kemlu Ukraina Georgy Tyikhy, langkah  yang dilakukan Ukraina sah, namun pihaknya akan menghentikan serangan jika Rusia bersedia berunding.

“Makin cepat Rusia menerima taaran berdamai, makin cepat pula kami aka mengentikn serangan, “ ujar Tykhy.

Serangan darat Ukraina 6 Agustus lalu dengan mengerahan belasan tank dan kendaraan berlapisa baja didukung 1.000-an personil merupakan serangan terbesar ke wilayah Rusia yang menurut media Politico Edisi Eropa atas seizin pihak Barat.

Kepala Dinas Kemanan Rusia (FSB) Alexander Bortnikov bahkan menyebutkan serangan yag dilancarkan Ukraina k wilayah negaranya didukung Barat ecara kolektif.

Presiden Rusia Vladimir juga menyebutkan, serangan Ukraina ke wilayahnya ditargetkan lawannya untuk mencapai posisi tawara-menawar lebih baik jika pembicaraan untuk mengakhiri perang dilakukan.

Mengutip keterangan kantor kemenhan Rusia, Ukraina telah kehilangan 29 tank, 29 kenadaraan pengangkut pasukan dan sekitar 1.000 personil, namun Reuters menyatakan tidak bisa memverifikasi baik klaim Rusia mau pun Ukraina.

Eentah kapan perang di Ukraina bakal berakhir, mpai ini hari belu tampak tanda-tananya (Berbagai sumber/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here