CILACAP – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan sekitar 22 rumah warga Desa Panulisan Timur, Kabupaten Cilacap, terancam longsor akibat pergerakan tanah.
Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima, pergerakan tanah tersebut pertama kali terjadi pada hari Selasa (14/11/2017), pukul 23.00 WIB, akibat tingginya intensitas hujan di Dusun Cirungkun, Desa Panulisan Timur, Kecamatan Dayeuhluhur.
Pergerakan tanah tersebut menimbulkan retakan sepanjang sekitar 100 meter dan lebar berkisar 3-7 centimeter serta luas area retakan lebih kurang 15 hektare yang merupakan lahan kebun rakyat dan pemukiman dengan sudut kemiringan rata-rata 45 derajat.
Pergerakan tanah tersebut mengancam 10 rumah warga di lingkungan RT 01 RW 04, salah satu di antaranya rusak berat, juga mengancam delapan rumah di lingkungan RT 02 RW 05 dan tiga rumah di lingkungan RT 03 RW 05.
Terkait dengan kejadian tersebut, dia mengimbau sebagaimana dikutip Antara, warga yang terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengadakan kerja bakti menutup retakan.
Selain itu, tanah longsor juga terjadi di Dusun Neglasari RT 03 RW 07, Desa Panulisan Timur.
“Ada dua titik longsor di Dusun Neglasari, yakni longsoran yang menutup total jalan dengan panjang material longsoran 8 meter, lebar 8 meter, dan tebal 1,5 meter namun sekarang sudah dapat dibuka. Titik longsor kedua dengan panjang 6 meter dan tinggi 4 meter menimpa rumah Pak Kusmono sehingga mengalami kerusakan ringan,” katanya, Jumat (17/11/2017).





