
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat di beberapa wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan intensitas hujan yang dapat menyebabkan tanah longsor dalam kurun waktu dua hingga tiga hari mendatang.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengungkapkan daerah yang dapat mengalami peningkatan intensitas hujan meliputi Cirebon dan Majalengka di Jawa Barat, serta Batang, Kendal, dan Pekalongan di Jawa Tengah.
Selain itu, sejumlah kota di Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara, Papua, Sumatra bagian barat, dan bagian selatan juga berpotensi mengalami peningkatan hujan yang dapat menyebabkan tanah longsor.
Informasi tersebut didapatkan berdasarkan analisis prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk dasarian pertama Februari 2024.
Abdul Muhari menekankan bahwa dalam dua hingga tiga hari mendatang, curah hujan diperkirakan meningkat mencapai 150-300 mm, yang dapat mengakibatkan banjir dan tanah longsor di berbagai daerah.
Ia juga menyoroti perhatian khusus terhadap Sibolga, di mana beberapa hari sebelumnya terjadi tanah longsor yang menyebabkan satu keluarga tewas saat mereka sedang berkendara melintasi perbukitan.
“Untuk dua-tiga hari ke depan curah hujan meningkat capai 150-300 mm, hujan menimbulkan banjir hingga tanah longsor di semuanya, dan ada atensi khusus untuk Sibolga yang beberapa hari lalu terjadi tanah longsor satu keluarga tewas tertimbun material tepat saat mereka berkendara melintasi perbukitan,” katanya, dilansir dari Antara.
Meningkatnya cuaca yang berpotensi menimbulkan bencana ini dipengaruhi oleh adanya gelombang Equatorial Rossby, fenomena atmosfer atau lautan yang berotasi secara terpisah dan bergerak ke arah barat di sekitar kawasan ekuator.
BNPB telah mengambil langkah-langkah antisipatif dengan menyiapkan petugas, peralatan logistik siaga bencana, dan melakukan sosialisasi peringatan ini bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berdasarkan informasi dari BMKG.




