JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta pemerintah daerah bersiaga terhadap potensi bencana alam banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Menurut BNPB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menerbitkan peringatan dini cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Indonesia pada akhir September ini.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan juga meminta agar pemerintah daerah terus memantau peringatan dini cuaca dan mengambil langkah mitigasi untuk mengurangi dampak serta risiko.
“Sebar luaskan informasi peringatan dini bahaya banjir, banjir bandang dan tanah longsor kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah yang berisiko tinggi,” kata Lilik melalui siaran pers, Kamis.
Terkait penanganan bencana di masa pandemi, Lilik mengatakan tempat evakuasi bagi masyarakat yang sehat dengan yang positif Covid-19 akan dipisahkan.
Saat ini, banjir dan longsor telah terjadi di sejumlah daerah di Indonesia dalam empat hari terakhir.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, petir, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es perlu diwaspadai pada masa pancaroba ini.
BMKG memprediksi ada sekitar 27 provinsi yang akan mengalami hujan dengan intensitas lebat pada 25-28 September 2020.
Provinsi tersebut antara lain Aceh, Sumatra Barat, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tomur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Papua.




