Perjuangan Pedagang Soto menuju Tanah Suci

JAKARTA (KBK) – Delapan tahun sudah Eliah menyandarkan hidupnya dari berdagang soto betawi di bilangan Kemang, Parung, Bogor, Jawa Barat. Di awal-awal usahanya tak jarang nenek berusia 59 tahun ini hanya pulang dengan tangan hampa. Hasil berjualannnya hanya cukup untuk modal usaha di hari esok.

Jauh sebelum berdagang soto, Eliah banting tulang di warung sederhana yang ia dirikan tak jauh dari rumahnya.

“Alhamdulilah dari sana saya bisa sekolahkan 6 anak saya,” ujar Eliah sambil mengusap pipinya yang basah terkena tetesan air mata.

Kendati hidup sulit, Eliah tak patah arang untuk menggapai impiannya menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Bila ada rezeki lebih, Eliah selalu menyisihkannya ke dalam kantong kresek hitam yang ia simpan di kolong tempat tidur.

“Kalau ada sepuluh ribu ya saya masukan ke kantong. Buat pergi haji,” tutur Eliah.

Di usianya yang kian senja, Eliah berharap hanya bisa menginjakan kaki di depan Ka’bah bersama sang suami Anin yang kini mengidap penyakit jantung.

Advertisement