BOGOR – Tim Rescue Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa melpaorkan terpaksa melewati jalur ekstrem saat menyusuri daerah terdampak longsor di Bogor.
Adhe Indra Saputra, Koordinator Tim Rescue DMC Dompet Dhuafa untuk Banjir dan Longsor Bogor, pada Rabu (22/1/2020) mengungkapkan jalur perbukitan dan hutan tersebut sudah mengalami banyak keretakan dengan beragam kedalaman, mulai dari setengah hingga satu meter.
“Sejak hari Minggu lalu, tim sudah mulai menembus daerah terisolir di kawasan perbukitan di Bogor. Kalau hujan, tim urung melanjutkan perjalanan. Sebab kontur tanah yang sudah retak harus terus diwaspadai. Bahkan warga setempat seperti di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, menyebut zona tersebut berada di level siaga satu,” papar Adhe.
Wilayah yang ditelusuri adalah sejumlah kecamatan terdampak banjir dan longsor yakni Kecamatan Sukajaya, Kecamatan Cigudeg, Kecamatana Jasinga.
Di kecamatan-kecamatan tersebut, tim melakukan asesmen terkait kebutuhan warga untuk kemudian dilakukan pendampingan sesuai hasil asesmen.
Adhe mengatakan, sebagaimana dilansir dompetdhuafa.org, telah didirikan pos Medis di pos pengungsian Kampung Ranca Bakti, Kecamatan Nanggung. Selanjutnya akan diadakan program pendampingan lain seperti Dapur Umum, Pos Hangat dan Taman Ceria.
Adhe melanjutkan, kedepan tim akan melakukan penyusuran menuju Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya yang masih minim bantuan, padahal sekarang sudah hari ke dua puluh pasca bencana terjadi.





