Perkuat Kerjasama di Bidang Kesehatan, Dompet Dhuafa Kunjungi BPJS dan IDI

JAKARTA – Dompet Dhuafa Divisi Kesehatan bertandang ke BPJS dan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI), sebagai penutup dari Rakernas Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa se-Indonesia.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari program Universal Health Coverage (UHC), agar terjangkau ke semua kalangan masyarakat.

“Dua stakeholder tersebut memang sangat dekat dengan LKC Dompet Dhuafa, dan memang sudah bekerja sama demi memaksimalkan program-program pemberdayaan kesehatan. Terutama terkait menyosialisasikan program UHC. Sehingga informasi program dapat terjangkau oleh semua kalangan masyarakat,” ujar Dr.Rosita Rivai, selaku General Manager Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa, dan juga sebagai Wakil Sekretaris Jendral 6 IDI.

Dr. Moh Adib Khumaidi, Sp.OT, selaku Wakil Ketua Umum 1 IDI juga mengakui kalau ini merupakan mometum penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya bagi yang kurang mampu. Sehingga mereka memperoleh layanan kesehatan yang layak.

“Terima kasih atas kehadiran para teman-teman dari Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa. Ini menjadi momentum bagi kita untuk semakin meningkatkan kerja sama, khususnya terkait di program-program kesehatan. Baik yang sifatnya pembinaan ataupun pelayanan kesehatan. Karena ini menjadi prioritas pertama kita sebenarnya dalam IDI, untuk senantiasa bekerja sama dengan para stakeholder bidang kesehatan, terutama dari kelompok-kelompok masyarakat, salah satunya Dompet Dhuafa. Karena kesehatan tidak akan selesai apabila jika itu hanya dilaksanakan oleh tenaga kesehatan saja. Tapi kesehatan itu bisa diselesaikan secara bersama,” ujar Dr. Moh Adib Khumaidi, Sp.OT.

Dengan dicanangkannya program UHC, Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa sekarang lebih terfokus pada aspek advokasi agar semua masyarakat paham dan mendapatkan jaminan UHC.

“Karena perubahan kebijakan dari pemerintah terkait UHC, yang di mana semuanya akan mendapat jaminan dari negara. Sehingga saat ini kita lebih kepada advokasi agar masyarakat mendapatkannya. Selain itu juga mengubah skema layanan kuratif (penyembuhan) menjadi layanan promotif (peningkatan) dan preventif (pencegahan). Di mana kita akan menjaga sahabat dhuafa agar tetap sehat,” tutup Dr.Rosita Rivai, sebagaimana dikutip Fajar, dari Dompet Dhuafa.

Advertisement