JAKARTA, KBKNEWS.id — Dompet Dhuafa dan Warees Investment, perusahaan pengelola aset wakaf asal Singapura, saling bertukar pengalaman mengenai pengelolaan aset wakaf hingga transformasi digital.
Pertukaran pengalaman tersebut berlangsung dalam kunjungan bilateral Warees Investment ke Sasana Budaya Rumah Kita Dompet Dhuafa, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (24/8/2026). Pertemuan ini menjadi ruang bagi kedua lembaga untuk memperkenalkan profil, sistem kerja, serta praktik pengelolaan wakaf yang selama ini dijalankan.
Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pengembangan Investasi Wakaf (LPIW) mempelajari pengalaman Warees Investment dalam mengembangkan portofolio aset wakaf, khususnya di sektor properti. Sementara itu, Warees Investment tertarik menggali pengalaman Dompet Dhuafa dalam transformasi digital, layanan donatur, serta penggalangan dana berbasis ritel.
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membuka peluang kerja sama sekaligus memperkuat pengelolaan wakaf di kedua lembaga.
“Sharing session ini menjadi langkah awal yang baik. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk saling belajar. Mudah-mudahan sharing session ini dapat membuka peluang kolaborasi dan memperkuat pengelolaan wakaf di kedua lembaga,” ujar Ahmad.
Direktur Utama Warees Investment Mohamed Azam Abdul Azis menilai Dompet Dhuafa memiliki pengalaman yang menarik untuk dipelajari, terutama dalam memberikan pelayanan kepada donatur dan memanfaatkan teknologi.
Menurut Azam, pendekatan digital yang diterapkan Dompet Dhuafa dapat menjadi referensi bagi pengembangan layanan Warees Investment di Singapura.
Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai pengelolaan aset wakaf serta pengembangan wakaf menjadi layanan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Direktur LPIW Dompet Dhuafa Prima Hadi Putra mengatakan Warees Investment menunjukkan ketertarikan terhadap kanal digital, transformasi teknologi, hingga retail fundraising yang dikembangkan Dompet Dhuafa.
Selain itu, pengelolaan rumah sakit dan layanan kesehatan berbasis wakaf turut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian Warees Investment. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa wakaf dapat dikembangkan lebih jauh, tidak hanya sebatas pengelolaan aset, tetapi juga menjadi instrumen untuk menghadirkan layanan sosial bagi masyarakat.
Di sisi lain, Dompet Dhuafa yang tengah mengembangkan portofolio wakaf, termasuk di sektor properti, melihat pengalaman Warees Investment sebagai pembelajaran untuk meningkatkan profesionalisme pengelolaan aset wakaf.
Kesamaan tujuan dalam mengoptimalkan wakaf menjadi modal bagi kedua lembaga untuk terus bertukar pengetahuan, membuka peluang kolaborasi, serta memperluas manfaat wakaf bagi masyarakat di Indonesia dan Singapura.





