EMPAT negara Eropa yakni Belanda, Itali, Jerman dan Perancis membentuk aliansi untuk mempercepat produksi vaksin Covid-19 demi mencegah korban berjatuhan akibat virus maut yang menjadi pandemi global tersebut.
Kantor Berita AFP melaporkan (3/6), keempat negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Eropa itu saat ini sedang bernegosiasi dengan sejumlah perusahaan farmasi untuk bersama-sama mengeksplorasi sampel vaksin untuk melawan Covid-19.
Program penelitian Aliansi Vaksin Inklusif tersebut akan mengeluarkan ijin produksi bagi vaksin Covid-19 yang prosesnya memerlukan investasi dan strategi bersama.
Pembentukan aliansi digagas setelah sejumlah negara anggota Uni Eropa (UE) mulai melonggarkan kebijakan lockdown, termasuk Italia yang pertama kali membuka perbatasannya, sedangkan Jerman akan mencabut larangan bepergian pada 15 Juni, lalu Belanda akan menyusul berdasarkan panduan yang dirilis Uni Eropa.
Pandemi Covid-19 mau tidak mau menguras anggaran belanja dan pendapatan di negara-negara yang terjangkit virus maut tersebut, bahkan Amerika Serikat menggelontorkan dua triliun US Dollar (setara dengan Rp30.000 triliun) untuk berbagai program stimulus ekonomi termasuk penelitian vaksin.
Pemerintah RI juga merealokasikan APBN, paling tidak sekitar Rp677,2 triliun atau lebih seperempat APBN 2020/2021 untuk berbagai program stimulus ekonomi dan Jaminan Pengaman Sosial (berbagai bentuk bansos).
Sejauh ini pengobatan pasien terpapar Covid-19 dilakukan dengan pemberian obat remdesivir yang sudah teruji efektif untuk menyembuhkan pasien virus ebola di Afrika, avigan untuk obat pernafasan akut (SARS) dan hydroxloroquinine untuk penyakit malaria.
Mengingat belum dtemukannya vaksin Covid-19, pasien yang mengidap infeksi virus tersebut hanya diobati penyakit penyertanya seperti sakit jantung, demam atau hypertensi.
Sampai hari ini (3/6) tercatat Covid-19 sudah memapar sekitar 6,4 juta warga di 216 negara, 377.000 diantaranya tewas, terbanyak di AS (sekitar 107.000 orang), sedangkan di Indonesia ada 28.233 orang terpapar, 18.129 dirawat dan 1.698 tewas.
Selain keempat negara tersebut yang bermitra untuk segera menemukan Covid-19, diharapkan kelompok-kelompok regional seperti ASEAN juga bisa berbagi pengalaman, modal dan teknologi untuk berkolaborasi menemukannya. (AFP/NS)





