Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara Ingin lepas dari UK

Pemimpin Wales, Irandia Utara dan Scotlandia akan bertemu di Cardiff, Senin (14/9) untuk membahas perubahan UUD Britania Raya. (ilustrasi: dok.ist)

JAKARTA, – (KBKNEWS) – 13/9 – PEMIMPIN Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara akan bertemu di Cardiff, Wales,  Senin besok (14/9) untuk menandatangani kesepakatan yang mendorong hak mereka menggelar referendum kemerdekaan.

The Telegraph (13/9) melaporkan, dalam event yang disebut sebagai KTT pertama itu, tiga menteri utama atau first minister akan menandatangani deklarasi bersama yang menegaskan hak wilayah mereka untuk menentukan nasib sendiri dan mendorong perubahan UUD di United Kingdom (UK).

Pemimpin Skotlandia sekaligus Ketua Scottish National Party (SNP), John Swinney, mengatakan bahwa untuk pertama kalinya Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara dipimpin oleh first minister dari kubu pro-kemerdekaan.

“Westminster harus bersiap menghadapi masa depan pasca-UK,” kata Swinney, Minggu (13/9), seperti dikutip The Telegraph.

Swinney juga mengatakan momentum untuk perubahan konstitusional semakin kuat. Dia bahkan menyebut Perdana Menteri Andy Burnham berpotensi tercatat dalam sejarah sebagai perdana menteri terakhir UK.

Pertemuan di Cardiff tersebut akan berlangsung di St David’s Hotel yang menghadap Cardiff Bay. Selain tiga pemimpin wilayah tersebut, pertemuan juga akan dihadiri Mary Lou McDonald, Presiden Sinn Fein sekaligus pemimpin oposisi di Republik Irlandia.

Pertemuan tersebut digelar setelah Burnham sebelumnya mengatakan di parlemen bahwa referendum kemerdekaan Skotlandia lainnya dapat digelar jika terdapat konsensus yang jelas dari masyarakat.

Para pemimpin Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara kemudian akan menggunakan pertemuan itu untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintah UK.

Mereka dijadwalkan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang mengikat partai-partai mereka untuk bekerja sama. Kesepakatan tersebut akan mencakup empat bidang, yakni ekonomi, energi, Eropa, serta kerja sama internasional dan hak menentukan nasib sendiri.

Ketiga partai juga akan menyepakati bahwa wilayah mereka seharusnya berada di Uni Eropa. Skotlandia dan Wales akan bergabung sebagai anggota baru, sementara Irlandia Utara akan berada di dalam Uni Eropa sebagai bagian dari Republik Irlandia.

MoU tersebut juga akan memuat komitmen untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara Eropa di sekitar mereka sebagai bagian dari persiapan menuju kemerdekaan.

PM Inggris tolak referendum

Sebaliknya, PM Inggris yang baru, Andy Burnham, tidak mendukung kemerdekaan maupun referendum baru.

Burnham seperti dilaporkan AFP menegaskan bahwa referendum kemerdekaan Skotlandia masih di luar agenda pemerintah sebelum pemilu berikutnya.

Dalam surat kepada Swinney yang dikirim pada Kamis, Burnham mengatakan tidak ada konsensus untuk menggelar referendum kemerdekaan di Skotlandia.

Dia juga mengatakan belum ada dasar yang jelas untuk menyatakan mayoritas masyarakat Irlandia Utara saat ini ingin keluar dari UK.

Burnham mengacu pada manifesto Partai Buruh 2024 yang menyatakan bahwa partainya tidak mendukung kemerdekaan maupun referendum baru.

“Seperti yang saya sampaikan secara pribadi kepada Anda ketika kami bertemu baru-baru ini di Glasgow, kemerdekaan dan referendum berada di luar agenda karena hal itu akan mengalihkan fokus kami dari pertumbuhan ekonomi dan membantu keluarga menghadapi biaya hidup,” tulis Burnham.

Sementara itu, isu kemerdekaan Irlandia Utara memiliki jalur hukum yang berbeda. Berdasarkan Good Friday Agreement, referendum mengenai penyatuan Irlandia dapat digelar apabila terlihat kemungkinan bahwa mayoritas masyarakat Irlandia Utara akan memilih meninggalkan UK.

Sementara Parpol berhaluan kiri di Irlandia Sinn Fein menyatakan para pemimpin akan membahas hak setiap wilayah untuk menentukan masa depannya melalui cara-cara demokratis sesuai kehendak rakyat.

“Persatuan Irlandia bukanlah aspirasi yang jauh. Pekerjaan membangun Irlandia baru harus dimulai sekarang,” kata sumber Sinn Fein.

Pertemuan tersebut juga berlangsung hanya dua hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya akan senang melihat Irlandia bersatu.

Saat berkunjung ke Dublin, Sabtu (12/9), Trump menyebut bergabungnya Irlandia Utara dengan Republik Irlandia sebagai sesuatu yang hebat.                                                      (The Telegraph/kompas.com/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here