Perluas Manfaat, Dompet Dhuafa Resmikan Institut Kemandirian di Depok

DEPOK—Dompet Dhuafa meresmikan Institut Kemandirian Satelit Depok. Pembukaan satelit Depok ini melengkapi dua lembaga serupa yang sudah ada di Karawaci Tangerang dan Karawang.

“Kapasitas Institut Kemandirian di Karawaci sudah melebihi kapasitas, setiap tahunnya kami membuka tiga angkatan,” ujar Direktur Institut Kemandiria Dompet Dhuafa, Zainal Abidin saat memberikan sambutan, Sabtu (28/5/2016).

Institut Kemandirian Satelit Depok berlokasi di Jalan Nenas VI Depok Jaya, Depok. Keberadaan lembaga ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM, terutama para pengangguran agar mereka bisa berdaya.

“Alhamdulillah, menjelang bulan Ramadhan ini kami diberikan kenikmatan, untuk memulai aktivitas kebaikan di tempat ini,” demikian dikatakan Presiden Direktur Dompet Dhuafa Filantropi, Ahmad Juwaini.

Ahmad menambahkan, pembukaan Institut Kemandirian Satelit Depok dimaksudkan untuk memperluas dan mendekatkan sasaran penerima manfaat terhadap akses tempat pelatihan. “Kami ingin menjadi lembaga rujukan model program penanggulangan kemiskinan dan pengangguran di Indonesia dengan membentuk generasi mandiri dan berkarakter,” katanya.

Berbagai pelatihan yang digelar di Institut Kemandirian di antaranya Kewirausahaan, Teknisi Handphone, Teknisi sepeda motor, mengemudi, salon muslimah, fashion dan design (menjahit), IT komputer.
Napak Tilas Sejarah

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi mengungkapkan, pembukaan Institut Kemandirian Satelit Depok memiliki makna tersendiri. Pasalnya, tempat yang dipakai untuk Institut Kemandirian merupakan kediamannya dahulu. Di rumah tersebut, 24 tahun silam ia bersama rekan-rekannya merumuskan dan merancang harian Republika, yang kemudian melahirkan Dompet Dhuafa.

Pada akhir 1992, Parni diberi “tugas” oleh Ketua Umum ICMI, yang kemudian menjadi Presiden RI ke-3, Prof. Dr. Ing. BJ Habibie untuk membuat koran. Dari rumah di Jalan Nenas VI inilah kemudian Parni bersama empat rekan lainnya membuat blue print koran Republika.

Nilai sejarah lainnya, alamat penyumbang pertama kolom Dompet Dhuafa di Republika juga menggunakan alamat tempat Institut Kemandirian berdiri saat ini. “Jadi rerturn to history, napak tilas,” ujarnya.

Parni berharap, keberadaan Institut Kemandirian Satelit Depok bisa memberikan manfaat yang seluas-luasnya, termasuk masyarakat sekitar.

 

Advertisement