Perubahan Iklim, Libur Sekolah Minta Ditambah

Siswa sekolah di Pakistan / Thomson Reuters

ISLAMABAD—Setelah libur musim dingin selama dua pekan, sekolah-sekolah di Islamabad mulai kembali masuk seperti biasa. Namun, dua anak dari Shumaila Nelofa tidak berangkat.
Dengan suhu di atas titik beku pada pagi hari, mereka memilih untuk tetap meliburkan anaknya. Apalagi, sekolah-sekolah di Islamabad banyak yang tidak memilik pemanas ruangan.
“Bagaimana aku bisa tak berperasaan dengan mengirimkan anak-anak saya pergi ke sekolah dalam cuaca dingin yang ekstrem?” kata Shumaila, seperti dilansir Reuters, Selasa (14/2/2017).
Amina Khan yang masih berusia 10 tahun mengatakan, kabut tebal di awal tahun memaksa dia dan adiknya kembali ke rumah mereka di Ghouri. Pasalnya, cuaca di luar sangat dingin. “Itu tampak seperti awan basah yang padat, di pagi hari kami hampir tidak bisa melihat,” katanya.
Sekolah di Pakistan biasanya dibuka kembali pada 1 Januari, tapi tahun ini banyak orangtua, terutama di Pakistan tengah dan utara, enggan untuk mengirim anak-anak mereka karena suhu masih sangat dingin.
Beberapa orang tua dan guru telah mendesak pemerintah untuk memperpanjang waktu libur normal musim dingin selama dua minggu untuk melindungi kesehatan anak-anak dan guru. Beberapa sekolah pun sudah menerapkan kebijakan ini.
“Mengajar di ruang kelas tanpa pemanas di cuaca beku seperti memaksa saya dan sebagian besar rekan-rekan guru tidak pergi ke sekolah,” kata Naila Khan, seorang guru biologi di sekolah putri pemerintah.
“Banyak sekolah seperti kami tanpa pemanas untuk menjaga suhu ruangan agar tetap hangat, kalaupun ada tidak bisa berguna karena gas dan listrik padam,” katanya.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, puncak musim dingin ternyata tidak jatuh pada saat waktu libur.

Advertisement