
JAKARTA – Setelah empat orang petani Kendeng diterima masuk ke dalam Istana Kepresidenan, puluhan petani Kendeng tetap menolak menghentikan aksi menyemen kaki mereka sebelum dicabutnya izin lingkungan pembangunan pabrik semen.
Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng Gunretno mengatakan mereka akan tetap terus di seberang Istana dengan aksi meneymen kaki sampai ada keputusan ketemu Pak Jokowi (untuk) menghentikan izin lingkungan yang dikeluarkan, izin lingkungan Ganjar Pranowo untuk ini dicabut.
Gunretno dan tiga rekannya didampingi tim advokasi dan kuasa hukumnya diterima Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.
Keempat perwakilan petani itu datang dalam keadaan kedua kakinya dicor dengan menggunakan semen sebagai bentuk aksi penolakan, Senin (20/3/2017).
Sayangnya dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam itu, Gunretno mengaku belum ada solusi yang memuaskan para petani di wilayah Kendeng yang diwakilinya.
“Tidak ada hasil karena kami datang sambil menyemen kaki ini mengadu ke Pak Jokowi. Mungkin Pak Teten melakukan upaya dengan mengadakan pertemuan dengan pabrik semen. Kalau tadi dikatakan hasil pertemuan dengan semen walau sudah mendapatkan izin tapi tidak akan beroperasi,” kata Gunretno, diberitakan Antara.
Namun Gunretno tetap berpegang pada janji Presiden yang disampaikan pada 2 Agustus 2016 saat pertemuan dengan masyarakat Kendeng bahwa selama proses Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dalam satu tahun maka izin harus dihentikan.




