Pidato Korban Selamat Penembakan Buat Peserta Dzikir Bersama di Christchruch Terharu

Farid Ahmed/ AFP

SELANDIA BARU -Seorang korban yang selamat dari serangan masjid Selandia Baru menghadiri doa bersama yang digelar tepat dua minggu setelah kejadian, dan mengatakan dia telah memaafkan pria bersenjata yang bertanggung jawab atas pembantaian rasis yang mengambil nyawa istrinya.

Pernyataan pria yang ditinggal istrinya, Husna, yang meninggal karena ingin menyelamatkannya saat pembantaian, membuat puluhan ribu orang yang hadir merasa terharu, kar

“Saya memilih perdamaian dan saya telah memaafkan,” kata Farid Ahmed di kursi roda kepada puluhan ribu orang yang berkumpul di kota selatan dan mendapat tepuk tangan ketika ia memohon warga Selandia Baru dari semua agama untuk juga menolak kebencian.

Sementara Perdana Menteri Jacinda Ardern yang juga hadir, ikut bertepuk tangan dan tetap menyerukan jika rasisme tidak diterima di negaranya.

“Rasisme ada, tetapi tidak diterima di sini,” katanya, dilansir AFP,  seraya menambahkan bahwa dia berharap Selandia Baru akan memberikan contoh untuk menghentikan siklus ekstremisme yang membiakkan ekstremisme.

“Kami tidak kebal terhadap virus kebencian, ketakutan, dan lainnya, kami tidak pernah seperti itu,” katanya. “Tapi kita bisa menjadi bangsa yang menemukan obatnya.”

 

Advertisement