Plastik Mahal, Penjual Beralih ke Daun

Melonjaknya harga plastik gegara konflik Timteng membuat sebagian pengusaha makanan beralih menggunakan daun sebagai kemasan pisang. (ilustrasi coockpad)

MELONJAKNYA harga plastik gegara pasokan terdistorsi di tengah Perang Iran vs koalisi Amerika Serikat dan Israel membuat sebagian pedagang makanan beralih ke daun pisang.

Penggunaan plastik yang merupakan produk turunan industri petro kimia berbahan minyak bumi  sejauh ini memang mendominasi kemasan penanganan atau minuman seperti piring, mangkuk,  gelas dan lainnya, dan tidak semua jenis makanan atau minuman bisa dikemas dengan daun.

Namun, harga plastik di Indonesia mulai melonjak drastis per April 2026 sekitar 30-40 persen dipicu oleh mahalnya bahan baku minyak mentah yang menjadi komponen utamanya.

Akibatnya, banyak pemilik atau pengelola gerai masakan atau minuman di Indonesia, mulai mencari alternatif wadah, terutama daun pisang yang dianggap lebih ramah lingkungan dan bisa menjadi solusi.

Penjual es krim Momoyo, misalnya, beberapa waktu lalu mengunggah konten video penyajian produk menggunakan wadah daun pisang.

Pihak Momoyo Wonokerto menuliskan keterangan, “Tenang kita sudah ada solusinya. Harga plastik mahal, daun pisang digadang jadi alternatif, “ ujarnya.

Tayagan video tersebut memperlihatkan bagaimana es krim  disajikan dalam wadah mangkuk dari daun pisang. Begitu juga waffel dengan topping es krim yang disajikan di atas pincuk daun pisang.

Promosi melalui konten
Pihak Lefo Cafe di Azana Hotel Lampung juga turut membuat konten bagaimana daun pisang menjadi wadah coffee latte. “Solusi harga plastik naik,” tulis keterangan pada unggahan Lefo Cafe di Instagram.

Dalam video, tampak seorang barista memeragakan proses penyajian latte di atas daun pisang. Tampilannya tetap menarik seperti menggunakan gelas biasa.

Mang Ucup yang dikenal sebagai content creator dan penjual jus buah viral juga menunjukkan bagaimana jika tokonya menggunakan wadah daun pisang yang diubah menjadi mangkuk persegi panjang oleh Ucup.

Wadah daun pisang itu lalu dijadikan wadah untuk menyajikan es buah racikannya. Tak hanya itu saja, tapi sendok untuk menikmati es buah itu juga ia buat dari daun pisang.

Videonya juga mencuri perhatian banyak orang. Berbagai komentar dilontarkan oleh netizen Instagram.

Harga plastik mahal, daun pisang digadang jadi alternatif. “Menurut aku lebih alami dan ramah lingkungan,” komentar netizen.

“Jangan-jangan ntar daun pisangnya yang naik daun alias mahal,” sahut netizen lain. “Pakai daun jati jadi tempe Cup,” ujar seorang netizen menimpalinya.

Kembali ke alam, namun masalahhnya apakah daun pisang cukup tersedia untuk menggantikan plastik sebagai kemasan makanan utama. (ddetik.com/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here