PM Anwar Ibrahim Desak RI Atasi Karhutla

Karhutla yang melanda Kalimantan dan Sumatera dalam tiga bulan terakhir ini makian meluas, mendekati permukiman warga, bahkan sudah merenggut nyawa. (ilustrasi: Media Indonesia)

JAKARTA – (KBKNEWS) – 9/10 – PM Malaysia Anwar Ibrahim  meminta Indonesia dan ASEAN untuk segera mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang memicu kabut asap di Negeri Jiran tersebut.

Anwar menyampaikan pernyataan itu dalam unggahan di X pada Kamis (8/10). Dia juga mengatakan sudah berkomunikasi dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk membahas penanganan karhutla.

“Saya telah berbicara dengan Presiden Prabowo, yang sepakat untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Komitmen ini harus ditindaklanjuti dengan tindakan segera dan efektif dari pihak Indonesia untuk menangani akar penyebab kabut asap, sementara Malaysia siap untuk bekerja sama,” kata Anwar.

Dia juga meminta Menlu Malaysia untuk menghubungi Sekretariat ASEAN guna mempercepat pertemuan menteri blok ini.

“Tujuannya untuk mengoordinasikan tindakan regional-khususnya untuk memperkuat upaya Indonesia dalam mengatasi masalah ini-demi melindungi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” imbuh Anwar.

Di kesempatan tersebut, Anwar mengatakan situasi kabut asap yang kian memburuk “sangat mengkhawatirkan”, terutama dampaknya bagi kesehatan penuduk Malaysia.

Oleh karena itu, pemerintah Malaysia meningkatkan upaya untuk mengatasinya termasuk melalui operasi penyemaian awan atau operasi modifikasi cuaca (OMC).

Lakukan berbagai upaya pemadaman api

Pihak berwenang Indonesia telah melakukan berbagai cara untuk mengatasi Karhutla ini. Pemadam kebakaran, badan penanggulangan bencana, militer hingga polisi dikerahkan untuk saling bekerja sama memadamkan api dan titik api.

Indonesia juga melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengkondisikan awan agar bisa hujan.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat adanya peningkatan titik panas (hotspot) di sejumlah provinsi prioritas Sumatera dan Kalimantan per 8–9 Oktober 2026:

  • Kalimantan Tengah: 225 titik (meningkat dari 182 titik)
  • Sumatera Selatan: 224 titik (meningkat dari 71 titik)
  • Kalimantan Barat: 47 titik (meningkat dari 34 titik)
  • Kalimantan Selatan: 31 titik (meningkat dari 18 titik)
  • Jambi: 16 titik (menurun dari 21 titik

Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera mencatat, berdasarkan pantauan citra satelit, terdapat 11 lokasi di Sumsel yang masih terbakar.

Sebaran kebakaran tersebut berada di lima kabupaten, yakni Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, dan Musi Rawas Utara (Muratara).

Di Banyuasin, kebakaran terjadi di Tanah Pilih yang masuk kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) serta Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau.

Tidak ada kemajuan

Penanganan Karhutla di Indonesia belum banyak berubah yang ditandai kemunculan kasus-kasus kematian warga diduga akibat asap serta sorotan aktor sekaligus pegiat lingkungan Leonardo DiCaprio.

Dua warga di lokasi terpisah di Sumatra dan Kalimantan—yang terdapat banyak titik api—diduga meninggal akibat asap karhutla.

Di sisi lain, Leonardo Dicaprio dalam unggahan terbaru di Instagram, menyoroti karhutla Indonesia. Dalam takarir ia sebut “lebih dari lima juta orang telah terdampak asap karhutla”.

Sejauh ini, belum ada laporan resmi jumlah warga yang meninggal akibat asap karhutla.

Namun, indeks kualitas udara sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan dilaporkan pada fase “membahayakan” yang berdampak pada kesehatan warga secara serius.

Beberapa hari terakhir, indeks kualitas udara di sejumlah titik terdampak karhutla di Sumatra dan Kalimantan masuk level tertinggi “sangat berbahaya bagi kesehatan”.

Kondisi mata pedih seperti disiram pasir, hidung dan

tenggorokan terus berlendir atau kering gatal, kondisi yang hampir dialami seluruh warga terdampak.

Bagi kelompok rentan seperti yang punya penyakit bawaan, situasi ini sangat berbahaya. Kasus-kasus warga kehilangan nyawa diduga akibat asap terus menebal.

Karhutla yang terjadi setip tahun seolah tidak ada solusinya, selain mengganggu kesehatan penduduk dan kegiatan ekonomi di wilayan berdampak juga merendahkan kredibilitas bangsa dan negara di mata negara jiran yang  juga ikut terdampak.

Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, hari ini (9/10) kabut asap Karhutla berada di level berbahaya bagi kesehatan masyrakat.

Hari ini permukaan lahan gambut memamg sudah padam, tapi di bawahnya bara tetap menyala. Sejumlah penerbanga dari Badara Cilik Riwut  ditunda atau dibatalkan.

Sudah tiga bulan warga di Sumatera dan Kalimantan menghadapi buruknya kualitas udara, sehingga di sejumlah lokasi, anak sekolah harus mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ), sementara kasus-kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut )meningkat sampai ribuan.

Semoga para instansi penentu kebijakan di pusat dan pimpinan daerah tidak menganggap “business as usual” merespons karhutla.  (Kompas.com/ns)

 

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here