
BEKASI – Banjir mengepung perumahan Pondok AFI yang berada di Babelan, Bekasi Utara, Jawa Barat, sejak Rabu (1/1/2020), hingga ketinggian sepinggang orang dewasa dan membuat warga mengungsi ke Perumahan Panjibuwono Residence.
Pengungsi mulai berdatangan sejak Rabu malam, dan mengungsi ke mushola di Cluster Sriwedari dan Brawijaya.
Salah satu mushola cluster yang berada di perumahan Panjibuwono yakni Cluster Malioboro, hingga Kamis pagi belum didatangi pengungsi, dan warga RW 13 yang berada di Cluster tersebut bergotongroyong memberikan bantuan untuk para pengungsi yang berada di dua Cluster yang sudah mulai dipenuhi pengungsi.
Hingga Kamis siang belum ada pihak terkait yang datang, dan membuat warga RW 13 Cluster Malioboro berinisiatif mengevakuasi warga Pondok AFI yang masih terjebak banjir dirumah mereka, dan mengamankan di Mushola Musab bin Umair yang berada di Cluster Malioboro.
Berdasarkan data yang didapat KBK, hingga Kamis sore jumlah pengungsi di Mushola Musab bin Umair sejumlah 115 orang, dan kemungkinan akan terus bertambah.
Ketika KBK hubungi pihak BPBD Kabupaten Bekasi via whatsapp, BPBD menyatakan telah mengirimkan tim untuk melakukan assesment. Namun hingga berita diturunkan belum ada satu pun pihak BPBD yang datang ke perumahan Pannjibuwono.
Sejauh ini pengungsi membutuhkan bantuan logistik seperti pakaian, selimut dan makananan, meski dari warga Cluster Malioboro sendiri telah menyediakan kebutuhan pangan yang secukupnya.
Hujan deras sejak malam tahun baru membuat sekitar Desa Kedung Pengawas, Babelan teredam banjir, dan sempat mengalami pemadaman listrik pada Rabu siang hingga malam. Meski kini cuaca terpatau cerah, namun banjir masih belum surut.




