JAKARTA – Wartawan RT, Maria Finoshina, media non profit terbesar di dunia, baru saja kembali dari perjalanan selama sepuluh hari ke Suriah yang tengah dilanda perang. Ia telah berbagi banyak cerita yang menyayat hati tentang anak-anak Aleppo ini.
Hidup anak-anak ini telah berubah selamanya karena konflik dan perang yang melanda negara mereka.
Finoshina telah meliput konflik Suriah sejak pertama kali dimulai pada tahun 2011, mengunjungi zona perang pada banyak kesempatan bersama dengan militer Suriah. Dia bahkan telah mewawancarai militan dari Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS / ISIL) dan kelompok militan lainnya.
“Kami selalu mencoba untuk fokus pada efek perang yang melanda orang-orang di sini,” kata Finoshina.
#Syria children.
Their childhood was stolen. With #ceasefire now hope is that they'll have their future back.
My documentary soon. pic.twitter.com/WsiIR349JF
— Maria Finoshina (@MFinoshina_RT) 29 Desember 2016
Pada perjalanan terbarunya, Finoshina memutuskan untuk memberikan perhatian khusus terhadap nasib anak-anak Aleppo, Suriah.
Maria bertemu Mahmoud, 6 tahun, di Aleppo, yang lahir tanpa lengan. Setahun yang lalu, ia juga kehilangan kedua kakinya saat sebuah tambang meledak di sebuah taman bermain yang ia kunjunginya.
“Ketika kami sedang syuting, semua orang dewasa di ruang itu menangis, tapi Mahmoud tersenyum. Dia bersenang-senang dengan sepupunya. Kedua anak bermain bersama seolah-olah tidak ada yang terjadi,” kenang Finoshina.
Anak Suriah lainnya, Ahmed, 12 tahun, bertemu di Aleppo sedang mencari bahan bakar untuk menghangatkan badan menghindari dari pembekuan suhu dingin yang ekstrim.
Dilaporkan Maria, perang telah membuat anak-anak ini keluar dari sekolah sejak usia 6 tahun, kini ia merasa terlalu tua untuk menghadiri kelas di pengungsian yang kebanyakan diisi anak-anak kecil.
Namun, ia masih tersenyum ketika ia dihampiri oleh Finoshina.
“Kisah Ahmed hampir sama dengan kisah banyak anak-anak di Suriah lainnya,” kata Finoshina.
Aleppo, yang telah dibagi antara pemerintah dan pemberontak sejak awal konflik Suriah, kini sudah dibebaskan dari militan awal Desember.
Dikutip dari RT, Senin (2/1/2017), media barat hanya terfokus memberitakan bagaimana tentara Suriah membom pemberontak di Aleppo dan melupakan anak-anak yang menjadi korbannya.
Berikut Videonya:





