SURIAH – Seorang anak perempuan Suriah berusia lima tahun tertangkap video sebuah media ketika dia berupaya menyelamatkan adik perempuannya agar tidak jatuh dari puing-puing sebuah bangunan yang terkena bom di Suriah.
Cuplikan video tersebut tertangkap media Suriah SY24 yang menunjukkan Riham terperangkap di puing-puing memegang adik perempuannya dengan bajunya ketika ayah mereka berada di belakangnya, setelah gedung mereka dihantam oleh pemerintah atau serangan udara yang didukung pemerintah di kota Ariha di provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak negara itu pada Rabu (24/7/2019).
“Ketika saya tiba di tempat itu, sang ayah berusaha menyelamatkan anak-anaknya, yang terperangkap di reruntuhan, menjerit dan menangis dengan sangat kesakitan,” kata Bashar al-Sheikh, seorang fotografer SY24 yang videonya sejak itu menarik perhatian banyak orang.
“Setelah jatuh dari lantai lima akibat keretakan bangunan, saya mematikan kamera dan pergi untuk menyelamatkan mereka dan memasukkannya ke dalam mobil untuk membawanya ke rumah sakit,” tambahnya.
Media Suriah sebagaimana dipantau Aljazeera melaporkan bahwa Riham meninggal di rumah sakit sementara saudara perempuannya tetap dalam perawatan intensif.
Pada hari Kamis (25/7/2019), aktivis dan pekerja penyelamat Suriah mengatakan setidaknya 10 warga sipil, termasuk tiga anak-anak, tewas dalam serangan udara di desa-desa dan kota-kota di daerah yang dikuasai pemberontak di Suriah barat laut.
Di bawah Presiden Bashar al-Assad, pemerintah Suriah dan pasukan sekutu Rusia telah meningkatkan serangan mematikan mereka di wilayah Idlib sejak akhir April, meskipun ada kesepakatan internasional yang dimaksudkan untuk mencegah serangan skala penuh di wilayah sekitar tiga juta orang.
Suriah Barat Laut, tempat bagi sekitar tiga juta orang, adalah benteng terakhir pemberontak anti-pemerintah yang tersisa setelah delapan tahun perang yang telah menewaskan ratusan ribu orang.





