JAKARTA, KBKNEWS.id – Presiden Prabowo Subianto angkat bicara terkait meningkatnya kasus perundungan di sekolah yang kembali mencuat dalam beberapa pekan terakhir.
Prabowo menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan tidak boleh dibiarkan dan harus ditangani dengan cepat.
Saat meresmikan interactive flat panel (IFP) di SMPN 4 Kota Bekasi pada Senin (17/11), Prabowo menyebut kasus perundungan pada pelajar merupakan ancaman serius bagi keselamatan dan masa depan peserta didik.
“Itu harus kita atasi,” tegas Prabowo ketika dimintai tanggapan mengenai kasus bullying terhadap siswa SMPN 19 Tangerang Selatan yang berujung kematian.
Sementara itu, masih di tempat yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan akan membentuk tim khusus antibullying di setiap sekolah. Tim ini akan bekerja dengan pendekatan yang lebih humanis serta melibatkan orang tua, siswa, dan masyarakat sekitar.
Mu’ti mengatakan pihaknya tengah menyiapkan Peraturan Mendikdasmen baru untuk memperbarui aturan sebelumnya mengenai penanganan kekerasan di lingkungan sekolah. Aturan ini dirancang agar sekolah memiliki langkah yang lebih sistematis, komprehensif, dan partisipatif dalam mencegah maupun menangani kasus bullying.
“Kami ingin memastikan berbagai bentuk kekerasan tidak terulang di masa mendatang,” ujar Mu’ti. Ia menambahkan, laporan rinci terkait kasus bullying yang menyebabkan kematian siswa SMPN 19 Tangsel belum diterima karena saat ini masih ditangani pihak kepolisian.
Diketahui jasus perundungan yang menimpa MH (13), siswa SMPN 19 Tangerang Selatan, menjadi sorotan nasional setelah korban meninggal dunia pada Minggu (16/11). MH sebelumnya mengalami luka fisik dan trauma berat akibat diduga menjadi korban bullying oleh teman sekolahnya.
MH sempat dirawat selama sepekan di sebuah rumah sakit di Jakarta sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.




