Pramugari Korean Airlines Dilatih Tangani Kekerasan Penumpang

Cabin crews attend a training session on how to manage in-flight disturbances in Seoul, South Korea, December 27, 2016. Oh Dae-il/News1 via REUTERS

SEOUL (KBK) – Nanti-nanti, siapapun tidak bisa main-main ataupun berulah di dalam pesawat Korean Airlines dan jangan pula tertipu dengan wajah cantik dan kelembutan pramugarinya. Di balik feminim pramugari itu, mereka semua adalah orang yang terlatih menanggulangi kekerasan di dalam pesawat.

Pihak Maskapai Korea Airlines akan melatih pramugarinya agar bisa menggunakan pistol bius untuk mengalahkan penumpang yang melakukan kekerasan di dalam pesawat. Hal itu, dilakukan pihak maskapai setelah dikritik penyanyi Amerika Serikat (AS) Richard Marx atas penanganan insiden di dalam pesawat maskapai itu baru-baru ini.

Selain melatih pramugari menangani kekerasan oleh penumpang, pihak maskapai Korean Airlines juga akan memperbanyak jumlah pramugara dan akan melarang penumpang yang mempunyai riwayat kriminal untuk menumpang dengan pesawatnya.

Menurut data pemerintah Korea Selatan, jumlah tindakan melanggar hukum yang dilakukan di atas pesawat telah lebih dari tiga kali lipat selama lima tahun terakhir.

Polisi Korea Selatan, Selasa (20/12/2016), mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk penumpang yang terlibat dalam insiden terbaru, yang teridentifikasi dengan nama keluarga Lim, atas tuduhan menimbulkan cedera pada kru dan penumpang di Vietnam yang melakukan penerbangan ke Korea Selatan.

Seorang juru bicara maskapai mengatakan pria itu mengkonsumsi dua setengah gelas wiski selama penerbangan.

Dilaporkan Reuters, insiden itu membuat Marx mengkritik Korean Airline melalui akun Facebook dan Twitter serta pihak maskapai merespon dengan akan memperbaiki layanannya.

Advertisement