Pascabanjir, Aktivitas di Bima Kembali Normal

Aksi Respon DMC Dompet Dhuafa untuk Banjir Bima

BIMA—Masa tanggap darurat di Bima, Nusa Tenggara Barat masih akan berlangsung hingga 5 Januari mendatang. Namun demikian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan aktivitas warga di Bima sudah kembali normal. Pemerintah Kota Bima dan unsure pemerintah lainnya pun terus melakukan penanganan pascabanjir.

“Layanan listrik di Kota Bima sudah 99,5 persen menyala, 11 dari 12 gardu listrik yang mati sudah berhasil dinyalakan oleh PLN. Hanya satu gardu di Kapanta Kelurahan Nungga Kecamatan Rasanae yang belum menyala karena longsor,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, seperti disitat dari Republika.co.id, Rabu (28/12/2016).

Willem menambahkan, layanan dan fasilitas kesehatan umum juga sudah bisa difungsikan dengan baik. RSU PKU Muhammadiyah dan RS di STIKES sudah bisa beroperasi kembali, sedangkan TNI juga menambah pelayanan kesehatan dengan membangun rumah sakit lapangan di Conventional Hall di Kota Bima. Rumah sakit lapangan ini didukung 80 petugas medis dan 205 personil serbaguna.

“Sejak kemarin RS Lapangan ini sudah melayani warga yang berobat, sebanyak 80 orang yang sakit diare dan kulit/gatal. RS lapangan ini juga menyediakan fasilitas untuk rawap inap,” lanjutnya.

Ditambahkan Willem, jalan-jalan protokol di Bima juga sudah bersih dari genangan dan lumpur. Sebanyak 650 personil dari TNI, Polri dan relawan masih terus membersihkan lumpur dan lingkungan. Untuk mempercepat pembersihan, posko darurat pascabencana mengerahkan 70 truk dan 5 ekskavator untuk mengangkut sampah serta sudah dibuka lokasi TPA baru. ROL

Advertisement