CILACAP – Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan bulan Juli hingga Agustus diprakirakan sebagai puncak musim angin timuran di wilayah perairan selatan Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) maupun Samudra Hindia selatan Jateng-DIY.
Karenanya, menurut Teguhu, gelombang tinggi masih berpeluang terjadi karena angin timurannya masih kuat. “Selain itu, perbedaan tekanan antara belahan bumi utara dan belahan bumi selatan masih tinggi,” katanya di Cilacap, Jateng, Selasa.
Menurut dia, kondisi tersebut berdampak terhadap peningkatan tinggi gelombang di perairan selatan Jateng-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jateng-DIY.
Disinggung mengenai kemungkinan adanya peningkatan tinggi gelombang yang ekstrem, dia mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan tinggi gelombang yang terjadi khususnya pada puncak musim angin timuran ini.
“Kalau ada peluang terjadi tinggi gelombang yang ekstrem seperti tahun lalu (yang mencapai lebih dari 6 meter), akan segera kami rilis. Biasanya satu minggu sebelumnya, perkembangan tinggi gelombangnya sudah kelihatan,” katanya, Selasa (2/7/2019), dilansir Antara.
Ia mengatakan hingga saat ini belum terpantau kemungkinan terjadinya gelombang ekstrem. Dalam hal ini, tinggi gelombang masih berkisar 2,5-4 meter di wilayah perairan selatan Jateng-DIY dan 4-6 meter di Samudra Hindia selatan Jateng-DIY.





