AS Kembali Ancam Iran: “Tekanan Akan Terus Berlanjut”

Ilustrasi/ Reuters

WASHINGTON – Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah mengeluarkan ancaman baru terhadap Teheran, memperingatkan bahwa tekanannya terhadap Iran “akan terus berlanjut.”

“Tekanan maksimum pada rezim Iran akan berlanjut sampai para pemimpinnya mengubah tindakan mereka,” ungkap sekretaris pers Gedung Putih Stephanie Grisham. “Rezim harus mengakhiri ambisi nuklirnya dan perilaku memfitnahnya.”

Ketegangan telah meningkat tinggi antara Teheran dan Washington sejak tahun lalu, ketika Trump secara sepihak menarik AS dari Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) dan mengeluarkan sanksi ilegal terhadap Iran.

Iran mengatakan, presiden AS pertama-tama harus kembali ke kesepakatan nuklir yang diambilnya dari AS jika dia ingin berdialog dengan Teheran.
Grisham melangkah lebih jauh, mengklaim bahwa Teheran tidak pernah benar-benar berkomitmen untuk kesepakatan nuklir, tanpa menyebutkan banyak sekali konfirmasi Badan Tenaga Atom Internasional tentang kepatuhan Iran.

“Ada sedikit keraguan bahwa bahkan sebelum keberadaan kesepakatan itu, Iran melanggar ketentuannya,” klaim Grisham, dilansir Press TV, Selasa (2/7/2019).

Pernyataan sekretaris pers itu dikeluarkan setelah Iran meningkatkan tingkat produksi uraniumnya yang diperkaya rendah menjadi lebih dari 300 kilogram.

Langkah itu digambarkan oleh media Barat sebagai melanggar ketentuan perjanjian, mengabaikan fakta bahwa itu sejalan dengan paragraf 26 dan 36 dari perjanjian nuklir 2015, dan telah diumumkan sebelumnya.

Advertisement