Premi Asuransi untuk Petani Dianggap Masih Memberatkan

foto ist

JAKARTA (KBK)-Program asuransi bagi petani kecil yang akan dijalankan di beberapa daerah di Indonesia belum dapat membantu. Bahkan program tersebut menambah masalah baru.

“Asuransi untuk petani preminya mencapai 30persen dan itu masih memberatkan,ini jadi masalah lagi,”kata Said Abdullah, Koordinator Pokja Beras Aliansi Desa Sejahtera kepada KBK di Cikini,Jakarta Pusat ,Kamis (15/10)

Belum lagi,tambahnya, masalah petani yang biasa meminjam uang kepada tengkulak.

Oleh karena itu, pria yang juga menjabat kordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) mengusulkan agar premi asuransi tersebut seharusnya jangan menyulitkan petani.

“Kalau pemerintah memang mau menolong petani preminya 1 persen saja,kalau besar sama saja,”tegasnya.

Sebagai informasi, pada tahap awal, pemerintah telah mengalokasikan dana premi Rp 150 miliar yang bisa mengcover kurang lebih 1 juta hektar lahan pertanian di tahun 2015.

Premi per hektar sebesar Rp 180.000 dibayarkan sebesar Rp 150.000 oleh pemerintah dan Rp 30.000 dibayar petani per hektarnya. Untuk pertanggungan sebesar Rp 6 juta (biaya per tanam per hektar).

Asuransi ini untuk melindungi petani dari risiko kegagalan usaha dan panen karena iklim cuaca atau penyebab lainnya.

Advertisement