BRAZIL – Presiden terpilih Brazil Jair Bolsonaro mengatakan pada Selasa (6/11/2018) waktu untuk rencana kontroversial untuk memindahkan kedutaan negara Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem belum dapat diputuskan.
Pekan lalu, Bolsonaro menegaskan kembali ikrar kampanye untuk mengikuti jejak Presiden AS Donald Trump memindahkan kedutaan dari pusat ekonomi dan teknologi Israel ke ibu kotanya.
Namun pada hari Selasa, dia menggulung dalam rencananya mengklaim “itu belum diputuskan.”
Politisi sayap kanan itu menanggapi sebuah pertanyaan dari wartawan tentang Mesir yang menunda kunjungan yang dijadwalkan dari Menteri Luar Negeri Brasil Aloysio Nunes.
“Dari apa yang saya tahu, itu karena masalah kalender,” kata Bolsonaro selama kunjungan pertamanya ke ibukota Brasilia sejak memenangkan pemilihan 28 Oktober pemilihan melawan lawan kiri Fernando Haddad.
“Akan terlalu dini bagi sebuah negara untuk mengambil tindakan pembalasan terhadap sesuatu yang belum diputuskan,” ujarnya dilansir AFP, Rabu (7/11/2018).
Pengumuman Bolsonaro tentang langkah kedutaan pada Kamis memicu kemarahan di dunia Arab, dengan pejabat senior Palestina yang menyebut langkah itu “provokatif dan ilegal,” sementara juru bicara Hamas, yang mengontrol Jalur Gaza, menyebutnya Brazil mengajak bermusuhan.





