Presiden: Tidak Soal Dimakzulkan

PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan tidak masalah dengan pemakzulan (impeachment) atas dirinya asal dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, bukan melalui kekerasan.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam agenda ‘Taklimat Presiden di Rapat Kerja Kabinet Merah Putih’, di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4).

Prabowo menyatakan Indonesia memilih menjadi negara demokrasi sehingga kedaulatan ada di tangan rakyat. Kata dia, apabila rakyat menilai tidak bekerja dengan baik, pemerintah bisa diganti.

“Enggak ada masalah kalau pemerintah dinilai tidak baik,  mau diganti. Ada mekanismenya. (Dilakukan) dengan baik, dengan damai, bisa melalui Pemilihan Umum, tidak ada masalah,” kata Prabowo.

“Bisa juga dilakukan melalui impeachment, juga tidak ada masalah. Impeachment melalui saluran. Ada salurannya: DPR, MPR. Tidak ada masalah,” sambungnya.

Prabowo lantas menyinggung pergantian atau peralihan kepemimpinan di Indonesia yang terjadi dengan damai.

“Dalam sejarah kita telah terjadi pergantian. Bung Karno turun dengan damai, Pak Harto turun dengan damai, Gus Dur turun dengan damai. Melalui proses, tidak melalui kekerasan,” ujarnya.

“Jadi, saudara-saudara, percayalah pada sistem yang telah dibangun oleh pendiri-pendiri bangsa kita. Percayalah pada kekuatan kita sendiri. Percayalah pada Indonesia,” kata Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Diangkat Saiful Muzani

Isu pemakzulan kembali diperbincangkan publik setelah Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta, Saiful Mujani, menyerukan konsolidasi untuk menjatuhkan Presiden Prabowo.

Dia menjelaskan pernyataan tersebut disampaikan dalam acara dengan tema “halal bihalal pengamat sebelum ditertibkan dan menegaskan sikap politiknya bukan makar.

“Pertanyaannya, apakah ucapan saya bisa disebut makar? Saya tegaskan, itu bukan makar, tapi political engagement, yakni sikap politik atau sikap yang dinyatakan tentang isu politik di hadapan orang banyak.

Sikap politik dalam acara itu terutama berkaitan dengan kinerja Presiden Prabowo,” kata Saiful dalam penjelasannya, Selasa (7/4).

Pada bagian lain, Presiden Prabowo juga mengaku tidak masalah mendengar kritik dirinya memiliki sifat keras kepala.

Ia pun menyinggung perjuangan rakyat Iran yang memiliki sifat serupa dalam menghadapi perang dengan AS dan Israel yang masih berlangsung saat ini.

“Kalau saya dibilang keras kepala saya harus terima itu. Coba, saya pegang kepala saya’,” kata Prabowo. (Maksudnya benar keras-red)

Prabowo mengatakan sifat keras kepala justru dibutuhkan dalam menjalankan pekerjaannya.

“Para pemimpin bangsa juga keras kepala untuk mempertahankan kemerdekaan RI. Para pendiri bangsa, sebutnya, keras kepala. Enggan dijajah kembali.(ns/berbagai sumber)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here