TIANJIN -Tim pemadam kebakaran, tentara, dokter dan warga sipil berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan korban yang terluka karena kebakaran setelah dua ledakan besar di sebuah gudang di Tianjin Municipality, Tiongkok Utara, menggegerkan kesunyian Kota Tianjin, Rabu malam.
Pada Kamis malam, (13/8/2015), korban tewas telah meningkat menjadi 50 dan 17 di antaranya adalah petugas pemadam kebakaran, dan 701 telah dirawat, 71 orang dalam keadaan kritis karena luka bakar.
Juru bicara dari Tianjin Port Group Co mengaku, puluhan karyawannya masih belum ditemukan dan operasi pencarian sedang berlangsung.
Dua ledakan besar menghancurkan sebuah gudang kimia berbahaya di Binhai New Area sekitar pukul 11.30 WIB hari Rabu, menyebabkan kematian, luka-luka dan kerusakan bangunan untuk beberapa kilometer. Penyebab kebakaran, diyakini telah memicu ledakan, penyebab pasti sedang diselidiki pihak kepolisian setempat.
Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang mendesak habis-habisan agar tim penyelamat berupaya sekuat tenaga menyelamatkan korban luka yang berada dalam radius ledakan itu.
Dalam sebuah instruksi, Presiden Xi memerintahkan misi pencarian dan penyelamatan dilakukan dengan standar tertinggi untuk menjamin keselamatan para penyelamat.
Dewan Negara, Kabinet China, mengirimkan sebuah kelompok kerja yang dipimpin oleh Menteri Keamanan Publik Guo Shengkun untuk mengarahkan penyelamatan dan memimpin misi darurat.
Perdana Menteri Li menjanjikan penyelidikan menyeluruh untuk kecelakaan ini. Ia akan terbuka dan transparan kepada publik.
Lebih dari 1.000 petugas pemadam kebakaran dan 151 mobil pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan api kecil, kata Zhou Tian, Kepala pemadam kebakaran Tianjin, pada konferensi pers pada Kamis sore (13/8/2015).
“Pemadam kebakaran telah menyelamatkan lebih dari 60 orang dan mengevakuasi 400 lain dari lokasi kejadian,” kata Zhou.
Pada Kamis sore, 217 spesialis nuklir dan kimia dan militer bersenjata membawa perangkat deteksi sampai di lokasi kejadian.
Sebanyak 3.500 warga telah dipindahkan ke 10 sekolah di dekatnya, setelah rumah mereka mengalami kerusakan terutama disebabkan oleh gelombang kejut ledakan.
Jumlah bisa mencapai 6.000 pada hari Kamis malam, Zhang Yong, Kepala Pemerintah Kabupaten Binhai.
Kebutuhan sehari-hari termasuk air dan makanan, bersama dengan 800 tempat tidur lipat dan 1.600 handuk telah dialokasikan untuk pengungsi.
Wen Wurui, Kepala Biro Perlindungan Lingkungan Kota, pada konferensi pers menyampaikan, kota ini telah mendirikan 17 stasiun pemantauan udara, dan lima untuk air. Tiga outlet limbah ke laut telah ditutup
Wen menambahkan, bahwa ledakan itu tidak akan mempengaruhi kualitas udara di Beijing yang berjarak sekitar 120 kilometer barat laut ke Tianjin.
Sekitar 1.000 petugas medis sudah ditugasi untuk menangani korban. Pihak berwenang di Tianjin sudah mengorganisir 110 ahli dari hampir 30 rumah sakit seluruh kota untuk memimpin pengobatan dan memberikan konseling bagi yang terluka.
Komisi Kesehatan dan Keluarga Berencana Nasional telah mengirimkan 35 ahli dari rumah sakit teratas di Beijing untuk membantu mengobati luka parah.
“Kami akan menggunakan yang terbaik dari sumber daya kami untuk menyimpan luka,” kata Wang Jiancun, Direktur Dinas Kesehatandan Komisi Keluarga Berencana Tianjin.
Menurut Wang Xiaojie, Kepala Departemen Darurat Rumah Sakit Teda, banyak pasien memiliki kaca atau pecahan kaca di lukanya, atau cedera tengkorak dan patah tulang.
Kota dengan populasi lebih dari 15 juta itu babak belur karena ledakan. Relawan tiba di rumah sakit untuk menyumbangkan darah, dan sopir taksi dan pemilik mobil pribadi menawarkan bantuan untuk mengangkut korban luka ke rumah sakit.
Beberapa hotel telah menawarkan akomodasi gratis dan makanan untuk warga yang mengungsi.
Tempat pengungsian di Sekolah Dasar Teda No.2, sekitar 50 relawan membantu mendistribusikan pakaian, makanan dan minuman untuk sekitar 1.500 warga yang direlokasi. Beberapa warga juga membantu upaya, membagi-bagikan air minum kemasan gratis, makanan ringan dan masker wajah di jalan-jalan dekat lokasi pemukiman yang tidak jauh dari lokasi ledakan.
Satu relawan, Duo Mingzhu, tiba di lokasi sekitar 02:00 Kamis, dengan suaminya. Mereka membantu untuk handout air dan mengikat luka bagi yang terluka.
“Kami merasa begitu sedih setelah kami mendengar tentang ledakan. Membantu merawat mereka yang terluka adalah satu-satunya hal yang bisa kami lakukan,” kata Duo.
Lima Rumah Sakit Pusat di Tianjin telah menerima lebih dari 500 donor darah dalam tiga jam setelah ledakan, dan anterean panjang bisa dilihat di stasiun darah kota pada hari Kamis (13/8/2015).
Menurut informasi Xinhua, gudang yang meledak adalah milik Tianjin Dongjiang Port Rui Hai International Logistics Co. Ltd, yang didirikan pada tahun 2011 dan merupakan pusat penyimpanan dan distribusi kontainer barang berbahaya di Pelabuhan Tianjin





