Prihatin dengan Mbah Asmo, 50 Warga Gotong Royong Perbaiki Rumahnya

Warga membantu perbaikan rumah Mbah Asmo, lansia yang sebatang kara di Kampung Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Tengah/ Foto: Kompas.com

MAGELANG – Mbah Asmo Welas Asih, salah satu lansia yang hidup seorang diri di RT07/RW20 Kampung Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Tengah dengan kondisi yang memprihatinkan telah menggerakan hati warga setempat untuk membantunya.

Camat Magelang Tengah Triyamto mengungkapkan rumah Mbah Asmo, kini sedang dibangun secara gotong royong melibatkan sekitar 50 warga. Rumah itu dibangun menggunakan batu bata setinggi satu meter dan dinding sisanya menggunakan papan, sedangkan lantainya disemen.

Ia mengatakan uang dari para penyumbang untuk pembangunan rumah Mbah Asmo terkumpul sekitar Rp9 juta-Rp10 juta, termasuk rencananya untuk membeli meja dan kursi yang sederhana.

“Rumahnya dibangun layak huni dan sehat. Diperkirakan dalam seminggu lagi sudah jadi dan bisa ditempati,” katanya, Selasa (27/9/2016), dikutip dari Antara.

Selain gotong royong membenahi rumahnya, masyarakat setempat juga telah sepakat untuk secara bergiliran menanggung kebutuhan makan sehari-hari untuk perempuan lansia itu.

Triyamto menjelaskan sebenarnya Mbah Asmo masuk dalam daftar penerima program beras untuk masyarakat miskin. “Karena ‘nggak’ pernah masak, berasnya hanya ditumpuk sampai busuk. Beberapa makanan yang sudah busuk juga kami temukan di rumahnya sebelum dibongkar,” katanya.

Terkait penanganan terhadap warganya yang miskin, ia mengatakan akan segera mengumpulkan para lurah untuk pendataan dan penyisiran di wilayah masing-masing terkait dengan kemungkinan adanya warga yang hidup dalam kemiskinan.

“Kalau kami menemukan, akan kami telusuri statusnya dan hasilnya kami laporkan kepada SKPD terkait,” katanya ketika sedang mengunjungi lokasi bangunan rumah Mbah Asmo.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito yang juga ikut meninjau pembangunan warga terhadap rumah Mbah Asmo menginstrusikan kepada satuan kerja perangkat daerah terkait untuk secara berkala mendata warga miskin agar secepatnya dilakukan penanganan secara tepat.

“Yang kami pikirkan itu sangat banyak dan kompleks, terkadang ada yang terlewat,” katanya.

Selain itu, ia juga memnyumbangkan uang tunai sebesar Rp5 juta untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari Mbah Asmo.

Advertisement