
JAKARTA, KBKNews.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa dapur-dapur umum di Jalur Gaza kini hanya sanggup memproduksi sekitar sepertiga dari jumlah makanan yang biasanya disediakan pada April lalu.
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan bahwa pekan lalu lebih dari 80 dapur umum hanya mampu menyiapkan sekitar 380.000 porsi makanan per hari.
“Pada April, jumlahnya mencapai lebih dari satu juta porsi setiap hari,” kata dia, Senin (18/8/2025), dilansir dari Anadolu.
Dujarric menambahkan, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) memperingatkan bahwa kondisi di Gaza sudah “melampaui batas bencana”.
Setiap hari, kata dia, jumlah korban jiwa terus bertambah di tengah serangan Israel dan meningkatnya ancaman kelaparan ekstrem.
“Kematian akibat kelaparan terus dilaporkan, termasuk anak-anak,” ungkap Dujarric.
Menurutnya, Program Pangan Dunia (WFP) masih berupaya keras menyalurkan bantuan pangan, namun pasokan yang tersedia “sangat jauh dari kebutuhan minimum.”
Ia menegaskan bahwa untuk mencegah kematian lebih banyak, lembaga kemanusiaan harus bisa mendistribusikan makanan dalam jumlah besar secara konsisten melalui seluruh jalur dan perlintasan yang ada.
PBB juga menyambut baik keputusan Israel yang mencabut larangan terhadap pasokan perlengkapan tempat tinggal. Namun, Dujarric menyoroti kekhawatiran bahwa langkah tersebut berkaitan dengan rencana Israel untuk menduduki Gaza.
Jika itu terjadi, ribuan warga Gaza berpotensi kembali terusir ke wilayah selatan yang sudah sangat padat dan minim infrastruktur serta layanan dasar.
“PBB menegaskan tidak akan terlibat dalam pengusiran paksa terhadap penduduk Gaza,” ujar Dujarric.
Sejak agresi militer Israel dimulai pada Oktober 2023, lebih dari 62.000 warga Palestina telah terbunuh, sementara Gaza mengalami kehancuran besar-besaran dan kini terancam kelaparan massal.




