MALUKU – La Ode Sarfan, salah satu warga Dusun Pasir Panjang, Huamual Belakang, Seram Bagian Barat, Maluku mengungkapkan rasa syukurnya atas program Wakaf Sumur Dompet Dhuafa.
“Sudah sejak kecil saya dan kawan-kawan minum air payau. Bahkan kadang asin,” kata La Ode yang kini berusia 31 tahun.
Seperti kita ketahui, keberadaan air tawar nan bersih sangat vital bagi keberlangsungan hidup manusia. Keadaan sumber air yang terlampau asin membuat masyarakat sekitar menyiasatinya dengan menutup perigi atau sumur mereka dari paparan matahari secara langsung.
Di Dusun Pasir Panjang pun tidak ada satu pun warganya yang memiliki sumur pribadi, apalagi mesin pompa air di rumah mereka.
Kondisi krisis air tawar itu pun terdengar oleh Dompet Dhuafa, dan pada Juli 2023, melalui Dompet Dhuafa menyalurkan kebaikan wakaf donatur dengan menghadirkan wakaf sumur air tawar bagi masyarakat Pasir Panjang, Maluku.
La Ode pun mengucap puji syukur dan bertekad untuk membantu dalam proses pengerjaan sumur wakaf tersebut. “Tidak perlu diupah. Ini adalah bentuk rasa syukur saya. Ini yang dapat saya berikan kepada desa tercinta,” ungkapnya, dilansir dompetdhuafa.org.
Dengan peninjauan lebih lanjut dan terukur, maka ditemukanlah titik sumur yang berpotensi memiliki air tawar dan debit yang tinggi. Setelah dilakukan pengeboran, alhamdulillah air yang terpancar bersih dan terasa tawar. “Ini adalah karunia terindah. Masyarakat sangat senang,” ujar La Ode.
Ketika titik sumur telah memancarkan air, maka Dompet Dhuafa melengkapinya dengan membangun penampungan air di atas bukit serta pipanisasi agar air dapat tersalurkan ke rumah-rumah warga.
“Mengetahui niat baik Dompet Dhuafa, saya ikut membantu mengaduk pasir dan semen untuk membuat penampungan air,” katanya penuh semangat.
Ibarat oase di tengah padang pasir, kehadiran Program Wakaf Sumur Dompet Dhuafa di Maluku disambut antusias oleh seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari kepala desa hingga warga biasa. Termasuk La Ode, ia sangat senang dan bersyukur karena kehadiran wakaf sumur di dusunnya.





