JAKARTA, KBKNEWS.id – Program Tebar Hewan Kurban (THK) 1447 Hijriah yang dijalankan Dompet Dhuafa di Pulau Buru, Maluku, menghadirkan manfaat ganda.
Selain membantu peternak lokal melalui pembelian hewan kurban, program ini juga memungkinkan masyarakat setempat menikmati daging sapi yang selama ini lebih banyak dikirim ke luar daerah.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Maluku, Lajaenuri, mengatakan Pulau Buru menjadi salah satu titik penting pelaksanaan THK karena memiliki potensi peternakan yang besar.
Menurutnya, pembelian hewan kurban dari peternak lokal membantu meningkatkan nilai ekonomi ternak yang mereka pelihara.
“Pulau Buru selain sapinya melimpah, dengan adanya Program Tebar Hewan Kurban, para peternak ini Dompet Dhuafa berdayakan sehingga juga bisa dibeli untuk kebutuhan kurban dan peternak juga merasa terbantu,” ujarnya.
Lajaenuri menjelaskan, selama ini sebagian besar sapi dari Pulau Buru dijual ke luar daerah, terutama ke Kota Ambon. Kondisi tersebut membuat masyarakat lokal yang mayoritas berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah jarang menikmati daging sapi meski tinggal di daerah penghasil ternak.
“Kalau tidak ada kurban, daging-daging itu tidak pernah dinikmati oleh orang Buru, karena sapinya dijual ke luar daerah. Padahal masih banyak masyarakat yang hanya bisa merasakan daging sapi saat momen tertentu seperti Iduladha,” katanya.
Salah satu penerima manfaat, Rosmini Papalia, warga Desa Namlea Ilath, Kecamatan Batabual, mengaku keluarganya hampir tidak pernah mengonsumsi daging sapi maupun kambing dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau di sini kami tidak pernah konsumsi daging sapi atau kambing, terkecuali saat Lebaran Kurban saja. Alhamdulillah, bersyukur sekali. Terima kasih. Semoga ke depannya ada lagi seperti ini,” tuturnya.
Pada pelaksanaan THK 1447 H, distribusi hewan kurban di Pulau Buru dilakukan di sekitar 10 hingga 15 titik, mencakup wilayah Namlea, Waekasar, Wabloi Adat, Air Buaya, Waspait, Kaki Air, dan sejumlah daerah lainnya.
Distribusi dilakukan secara merata agar manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Kedatangan sapi kurban disambut antusias warga. Anak-anak yang menyaksikan proses distribusi tampak gembira saat hewan kurban tiba di desa mereka.
Tidak hanya menyasar wilayah yang mudah dijangkau, THK juga menjangkau desa-desa pelosok melalui kolaborasi dengan berbagai mitra lokal.
Menurut Lajaenuri, pemerataan distribusi menjadi salah satu fokus utama program tersebut.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah wilayah di Maluku yang belum dapat dijangkau pada tahun ini, seperti Kabupaten Buru Selatan dan Seram Timur. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan mitra distribusi, ketersediaan hewan kurban, hingga tingginya harga sapi.
Dompet Dhuafa berharap pada pelaksanaan kurban tahun mendatang jangkauan distribusi dapat diperluas sehingga semakin banyak masyarakat di wilayah terpencil yang merasakan manfaatnya.
Melalui Program Tebar Hewan Kurban 1447 H, keberkahan kurban tidak hanya dirasakan penerima manfaat, tetapi juga mengalir sejak dari kandang peternak hingga ke masyarakat di berbagai pelosok Pulau Buru.





