Puluhan Anak Dibawah 17 Tahun Korban Gempa Palu Terpaksa Menikah

Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertema Pencegahan dan Penanganan Pernikahan Usia Dini Pasca Bencana Sulawesi Tengah di Kantor BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah Jumat lalu (6/9)/ VOA

PALU – Perkumpulan Lingkar Belajar Untuk Perempuan (LIBU Perempuan) Sulawesi Tengah menemukan 33 kasus kawin anakĀ  setelah terjadinya bencana gepa dan tsunami beberapa waktu lalu.

Dewi Rana Amir, Direktur LIBU Perempuan Sulawesi Tengah, mengungkapkan dari kegiatan pendampingan di 12 tenda ramah perempuan yang didirikan di lokasi pengungsian di kota Palu, Sigi dan Donggala pihaknya menemukan setidaknya 33 kasus kasus kawin anak.

Ini belum termasuk 14 laporan yang diterima pihaknya sebelum bencana alam 28 September 2018 lalu. Organisasi itu juga telah berhasil mencegah 2 kasus pernikahan usia anak.

Ia menegaskan tidak satu pun dari 33 kasus kawin anak, dengan usia antara 13 hingga 17 tahun itu, tidak banyak yang bertahan lama karena maraknya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

ā€œKalau secara pribadi saya belajar dari catatan ini tidak ada cerita sukses dari yang namanya perkawinan anak. Semua bermasalah, semua mengalami KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), semua mengalami situasi reproduksi yang tidak matang,ā€ ungkap Dewi Rana Amir,Ā dalam diskusi Pencegahan dan Penanganan Pernikahan Usia Dini Pasca Bencana Sulawesi Tengah di Kantor BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah Jumat lalu (6/9/2019).

Dilansir VOA Indonesia, Dewi menerangkan penyebab terjadinya perkawinan usia anak antara lain faktor kehamilan di luar nikah dan kerentanan ekonomi pasca bencana.

Ini semua mempengaruhi keputusan orang tua untuk menikahkan anak mereka sehingga dapat mandiri. Ada pula kasus kawin anak karena orang tua mereka meninggal dalam bencana alam itu.

ā€œDua kasus karena orang tua hilang pada saat tsunami, kemudian tinggal sama tantenya, dia dikawinkan,ā€ ungkap Dewi.

Dewi mengatakan mengingat adanya 400 lokasi titik pengungsiandi kota Palu, Sigi dan Donggala, tidak tertutup kemungkinan masih ada kasus lainnya yang tidak terlaporkan.

 

Advertisement