BENGKULU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan bahwa sebanyak 26 desa masuk “zona merah” ancaman bencana tsunami di sepanjang pesisir pantai.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko Syahrizal mengatakan sebanyak 26 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan itu masuk zona merah tsunami karena berada dekat dengan sepanjang pesisir pantai.
Menurutnya, hampir setiap tahun Pemkab Mukomuko melalui BPBD setempat, melakukan berbagai kegiatan di desa yang masuk zona merah tsunami, yakni salah satunya simulasi bencana tsunami.
Kemudian membentuk desa siaga bencana dan sampai sekarang pemerintah provinsi dan pemkab telah membentuk sebanyak 10 desa siaga bencana di 10 desa yang masuk zona merah tsunami.
“Pemerintah provinsi sebelumnya membentuk sebanyak empat desa tangguh bencana dan tahun ini rencananya akan membentuk sebanyak enam desa tangguh bencana,” katanya.
Ia menyebutkan, sebanyak enam desa tangguh bencana di daerah ini, yakni Desa Pelokan, Desa Pasar Sebelah, Desa Bandar Ratu, Desa Air Dikit, Desa Dusun Baru V Koto dan Pasar Mukomuko.
Pada 2020, katanya, pemkab berencana kembali membentuk sebanyak empat desa yang masuk dalam zona merah ancaman bencana alam tsunami ini sebagai desa tangguh bencana.




