PAMEKASAN – Kekeringan dirasakan di 82 desa dari 189 desa/kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan, akibat kemarau panjang tahun ini.
Bahkan dari jumlah desa terdampak kekeringan tersebut, sebagian di antaranya tercacat masuk katagori kering kritis. Sehingga menjadi atensi tersendiri khususnya dari pemerintah kabupaten di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.
“Untuk kemarau kali ini, sebanyak 82 desa mengalami kekeringan. Sekitar 52 di antaranya masuk katagori kering kritis, sehingga membutuhkan suplai air lebih maksimal,” kata Koordinator TRC BPBD Pamekasan Budi Cahyono, Selasa (19/9/2017).
Menurutnya untuk desa yang masuk katagori kering kritis di antaranya Desa Bujur Barat, Bujur Tengah, Larangan, Larangan Loar, Larangan Tokol, Majungan, Padelegan, Pagagan dan beberapa desa lainnya.
Pihaknya bersama sejumlah instansi lain hampir setiap hari mendistribusikan air ke titik rawan kekeringan, juga dibantu PDAM.
“Sejauh ini kita melakukan suplai air ke daerah terdampak kekeringan dengan menggunakan tujuh truk tangki, empat (truk) tangki milik BPBD dan tiga tangki lain milik PDAM,” pungkasnya, dikutip Beritajatim.





