MOSUL – Pasukan keamanan Irak telah menemukan sebuah kuburan massal lainnya yang berisi jenazah paling sedikit 20 wanita yang disiksa dan dibunuh oleh teroris ISIS di dekat kota utara Mosul.
“Relik dari 20 wanita ditemukan di dalam kuburan massal saat melepaskan puing-puing di Mosul barat,” kata Kolonel Polisi Irak Omar al-Hajjar pada hari Senin (8/1/2018).
Al-Hajjar mengatakan bahwa korban dieksekusi oleh teroris “karena mereka berusaha melarikan diri ke arah timur kota selama serangan pembebasan tahun lalu.”
Dia mengatakan, seperti dilansir Press TV, bahwa mayat korban beserta kartu identitas mereka dipindahkan ke departemen kedokteran forensik di Mosul untuk mengekstradisi mereka ke keluarga mereka.
Beberapa kuburan massal telah ditemukan di daerah yang sebelumnya dikuasai oleh gerilyawan ISIS sejak pasukan Irak melancarkan serangan besar mereka pada bulan Oktober 2016 untuk membebaskan Mosul, benteng kota terakhir kelompok teror tersebut di negara Arab.
Pekan lalu, anggota parlemen Irak Farah al-Siraj mengatakan “4.000 mayat masih berada di bawah puing-puing di Kota Tua Mosul.”
Mosul telah berada di bawah kendali ISIS sejak tahun 2014, ketika kelompok teroris memulai serangan teroris di Irak.
Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi mengumumkan pada Juli 2017 kemenangan terakhir atas teroris Daesh di Mosul setelah delapan bulan pertempuran melawan ekstremis.
Pada pertengahan Desember, Al-Abadi mengumumkan akhir perang melawan ISIS.





