JAYAPURA – Aparat gabungan TNI-Polri mengevakuasi 1.000 massa aksi demo yang tak berani pulang usai menduduki kantor Gubernur Papua di Jayapura, Papua.
“Sebanyak 10 truk TNI/Polri dikerahkan untuk mengantar pulang ribuan massa aksi. Pengerahan truk dimulai sejak pukul 09.15 WIT untuk antisipasi bentrok,” ujar Eko, Jumat (30/8/2019).
Eko mengimbau pada masyarakat Paguyuban Nusantara agar menghentikan aksi sweeping terhadap pelaku aksi demo. Ia memastikan bakal meningkatkan pengamanan terhadap sejumlah objek vital di Papua.
“Upaya selanjutnya kami akan meningkatkan pengamanan terhadap objek-objek vital dan mem-back-up Polda Papua dalam rangka pengamanan aksi-aksi demo di lapangan,” katanya, dilansir CNN Indonesia.com.
Kondisi kota Jayapura, Papua belum menentu pasca unjuk rasa yang berujung rusuh pada Kamis (28/9/2019) pagi hingga petang. Sebagian besar warga memilih bertahan di kantor atau fasilitas milik negara karena tidak dapat pulang ke kediamannya.
Hingga malam hari, kondisi Jayapura dalam keadaan gelap karena listrik padam dan jalanan banyak diblokir warga.
Sekitar jam 21.00 WIT massa yang menduduki kantor Gubernur Papua di Jayapura baru membubarkan diri. Terlihat juga di beberapa jalan besar ada aksi penjarahan pada toko-toko yang dibakar sehingga banyak warga yang memilih jalan lain.
Unjuk rasa sebelumnya menimbulkan kerusakan fasilitas di berbagai tempat dari Sentani, Abepura, Kotaraja hingga Jayapura.





