BADUNG – Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar memperkirakan bahwa puncak musim hujan di Bali akan terjadi pada Desember 2024.
Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menyatakan bahwa sekitar 50 persen dari zona musim (ZOM) di Bali akan mengalami puncak hujan pada bulan tersebut.
“Bali terbagi menjadi 20 ZOM, dengan 10 di antaranya akan mencapai puncak musim hujan pada Desember 2024. Sebanyak delapan ZOM diperkirakan mencapai puncak hujan pada Januari 2025 (40 persen), dan dua ZOM lainnya pada Februari 2025 (10 persen),” katanya.
Musim hujan di Bali dimulai pada minggu ketiga September 2024 di wilayah ZOM 422, yang mencakup daerah seperti Pupuan, Baturiti, Petang, dan Payangan.
Sebagian besar wilayah Bali (45 persen) akan mulai hujan pada Oktober, sementara wilayah lainnya akan memulai hujan pada November (30 persen) dan Desember (20 persen).
Beberapa wilayah yang diperkirakan memasuki musim hujan pada Oktober termasuk Melaya, Mendoyo, Pekutatan, dan lainnya.
Sedangkan daerah seperti Bangli, Kintamani, Gianyar, dan Denpasar diprediksi mulai hujan pada November. Wilayah terakhir yang akan memasuki musim hujan pada Desember adalah Melaya, Gerokgak, Buleleng, dan Nusa Penida.
BBMKG juga memprediksi bahwa sifat hujan di Bali akan sebagian besar normal, dengan 55 persen wilayah mengalami curah hujan sesuai rata-rata, dan 45 persen wilayah diperkirakan mengalami curah hujan di atas normal.





