TIDUR adalah aktivitas penting setiap ciptaan Tuhan yang bernyawa. Manusia, hewan, sangat memerlukannya di sela-sela aktivitas kesehariannya. Jika ada perkecualian, mungkin ikan. Makhkluk yang berhabitat air itu bergerak selama 24 jam, sementara matanya juga melotoooot terus sepanjang waktu. Tapi jika masa tidur terlalu lama, sampai berhari-hari, itu sudah menjadi penyakit. Setidaknya, dia “keturunan” Ashabul Kahfi atau keluarga dekat Kumbakarno dalam kisah perwayangan.
Siti Raisa Miranda (17) yang panggilan akrabnya Echa, gadis Banjarmasin (Kalsel) ini punya kelainan seperti itu. Dia tidur pulessss selama 9 hari, dan beberapa hari lalu sempat bangun dari tidur panjangnya. Tapi habis makan dan keperluan lainnya, dia tidur lagi seakan dapat bisikan almarhum Mbah Surip pelantun lagu “Bangun tidur” yang sempat ngetop beberapa tahun lalu.
Pada Oktober 2017, dalam usia ABG untuk pertama kalinya Echa punya kelainan tersebut. Tahu-tahu tidur selama 13 hari tanpa jeda untuk ke kamar kecil atau keperluan lain. Dia sempat di “ekstradisi” ka acara “Hitam Putih”-nya Dedy Corbuzir di Trans-7, setelah beberapa hari dirawat di RS Amsari Saleh, Banjarmasin. Tapi rupanya tak banyak kemajuan, karena beberapa hari lalu diberitakan Echa baru saja bangun dari tidur panjang selama 9 hari.
Diduga Echa mengidap sindrom langka ‘hipersomnia’. Hipersomnia adalah kondisi yang membuat seseorang merasa mengantuk yang berlebihan pada siang hari. Kondisi ini juga dapat terjadi meski seseorang itu sudah tidur dalam waktu yang lama. Hipersomnia dapat disebut dengan excessive daytime sleepiness (EDS).
Dalam Qur’an juga diayatkan tentang Ashabul Kahfi (surat Al Kahfi ayat 9-26), yakni 7 hamba Allah yang ditidurkan selama 309 tahun, demi menyelamatkan mereka dari kedzaliman penguasa di masa itu. Mereka menyembunyikam diri dalam gua dan mengalami masa tidur panjang. Ketika bangun dikiranya hanya semalam saja terlelap, tapi ketika salah satu dari mereka hendak beli makanan ke pasar, kondisi semuanya telah berubah. Bahkan uang miliknya adalah alat tukar beberapa abad sebelumnya.
Dalam kisah pakeliran, sosok wayang yang doyan tidur berlama-lama adalah Kumbakarno, kesatria Pangleburgangsa. Dia adik kandung Prabu Dasamuka raja Alengkadiraja. Ketika didaulat sang kakak untuk berperang melawan Ramawijaya, dia sedang males-malesan tidur. Dibangunkan susah banget. Dipukul gada tak terasa, bahkan digilas traktor nggak mau bangun juga. Kumbakarno baru bangun ketika dicabut bulu diujung jari kakinya (wulu cumbu).
Bagi masyarakat Jawa, orang yang doyan tidur diolok-olok sebagai kebluk. Maka bagi orang yang sering bangun kesiangan, keluarga Jawa akan menasihati dengan kata-kata, “Bangun kesiangan rejekinya dipatok ayam.” Padahal ayam itu sendiri, jika memang ada makanan di depan mata, takkan pernah menunggu sampai ada orang bangun kesiangan.
Meski tak perlu seperti Echa Banjarmasin atau Kumbakarno wayang kulit, jika dihitung-hitung sesungguhnya sepertiga usianya hanya untuk tidur. Sebuah studi yang pernah dilakukan menyebutkan bahwa manusia seumur hidupnya menghabiskan 26 tahun hidupnya untuk tidur. Mungkin studi itu mengambil sample pada orang-orang yang telah berusia 75 tahunan. Tapi yang jelas para pakar kesehatan menganjurkan, tidur cukup orang dewasa adalah selama 8 jam.
Tidur memberi kesempatan bagi tubuh untuk pulih dan sehat lagi setelah seharian beraktivitas, hal itu membuat tidur sangat penting untuk kesehatan kita. Salah satu buktinya, rata-rata obat batuk selalu berefek pada rasa ngantuk. Itu mengandung maksud agar si peminum obat untuk istirahat total sehingga obat bisa bekerja efektip.
Tapi meski tidur adalah sebuah kebutuhan, jangan pula tertidur dalam menjalankan tugas. Gara-gara tertidur saat mengemudi, mobil bisa tabrakan dan menghilangkan sejumlah nyawa. Bahkan di Korut, seorang mentri bisa mati ditembak oleh Kim Jong Un gara-gara tertidur saat upacara penting. Maka dalam tugas boleh tidur hanyalah untuk para anggota DPR kita. Dia takkan di PAW, paling-paling hanya dibully di medsos. (Cantrik Metaram)





