PVMBG: Pertumbuhan Lava Gunung Agung Melambat

Gunung Agung/ BNPB via Kompas.com

BALI – Berdasarkan hasil pemantauan citra satelit, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan pertumbuhan lava menuju kawah Gunung Agung mengalami perlambatan.

Perlambatan tersebut terjadi karena adanya pendinginan pada bagian atas lava ini,” kata Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana di Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, Senin.

Ia menerangkan, perlambatan “rate” lava Gunung Agung mengalami perlambatan kepermukaan, kata dia, diakibatkan juga karena dinamika di dalam Gunung Agung atau tidak dapat dihitung secara linier kandungan lava di dalamnya.

Namun menurutnya perlambatan lava ini masih membutuhkan data lain dan secara statistik saat ini masih terjadi didua titik dan terus dipantau. Dari hasil pemeriksaan geokimia terbaru, kata Devy, gas magmatik sulfur dioksida (SO2) melalui metode DOAS mengidentifikasi kontribusi gas magmatik yang masih tinggi.

“Kami hanya bisa memantau dari berbagai parameter sampai saat ini bahwa aktivitas Gunung Agung masih cukup tinggi dan berpotensi masih erupsi dan status tetap masih tetap level IV atau awas,” ujarnya.

Dia menyimpulkan potensi terjadinya erupsi masih tinggi, walaupun pihaknya tidak dapat memastikan berapa kapan dan seberapa besar letusan Gunung Agung ini.

Ia menegaskan, aktivitas Gunung Agung belum dapat dipastikan melemah dan secara intensitas secara visualnya berkurang pada hari ini. “Namun, kami melihat dari data seismograf hari ini menandakan gempa vulkanik masih muncul dan energinya cukup besar dan ini menandakan aktivitas belum melemah,” katanya, dilansir Antara.

Advertisement