KIM JONG NAM , abang tiri Presiden Korea Utara Kim Jong Un ternyata dihabisi dengan racun mematikan, venomous agent X (VX) , zat kimia senyawa organofosfat yang sangat berbahaya bagi manusia.
VX berwarna kuning pekat dikategorikan sebagai zat pemusnah massal yang dilarang penggunaannya oleh PBB karena sulit dideteksi, bekerja dengan merusak sistem syaraf dan sepuluh kali lipat lebih tajam dibandingkan jenis racun-racun lainnya.
Korban terpapar zat VX akan mengalami stimulasi otot secara ekstrim, kemudian kondisi fisik melemah dengan cepat disertai gangguan pernafasan. Dosis sebanyak lima miligram di permukaan kulit sudah cukup untuk membunuh seseorang dengan berat badan 70 Kg.
VX lebih cepat bereaksi jika terhirup ketimbang dipaparkan melalui lapisan kulit manusia, sedangkan dalam dosis tinggi, korban terpapar bisa mengalami henti detak jantung (heart arrest) dan gagal bernafas (respiratory failure) secara total.
Sumber kepolisian Malaysia menyebutkan, begitu kuatnya efek VX, membuat salah seorang perempuan terduga pelaku yang menyapukan zat maut itu ke wajah Jong Nam juga mengalami muntah-munah karena terpapar. Berdasarkan pantauan CCTV, pelaku tidak mengenakan sarung tangan saat melakukan aksinya itu, dan langsung menuju toilet untuk membasuh tangannya.
Senyawa kimia VX yakni disopropylaminoethyl methylphosphonothioate semula diformulasikan oleh ahli kimia Inggeris, Ranajit Ghost pada 1952, kemudian diproduksi oleh Amerika Serikat sejak 1961 dan akhirnya dimusnahkan pasca berakhirnya era Perang Dingin menyusul runtuhnya Uni Soviet pada akhir 1980.
Angkatan Udara Irak diduga juga menggunakan VX dan sarin untuk membantai ribuan suku Kurdi pada periode antra l986 ampai l988, sementara Korea Selatan memperkirakan, rezim Korut sampai saat ini masih menyimpan ribuan ton berbagai jenis zat beracun termasuk VX.
Didekati Perempuan
Jong Nam berdasarkan rekaman CCTV, tewas dalam perjalanan ke rumah sakit setelah sebelumnya ia didekati dua perempuan yang mengusapkan sesuatu ke wajahnya di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) saat sedang menanti penerbangan yang akan membawanya ke Makau (13/2).
Selain Siti Aisyah, tiga orang lainnya yang berhasil diciduk polisi Malaysia atas dugaan keterlibatan mereka dalam pembunuhan politik tersebut yakni perempuan WN Vietnam, Doan Thi Huong (28), pria WN Malaysia Muh. Farid (26) serta pria WN Korut Ri Jong Chol (46).
Empat terduga pelaku WN Korut lainnya yang juga berhasil diindentifikasi yakni Ri Ji Hyon, Hong Song Hak dan Ri Jae Nam yang tiba di Malaysia selang beberapa hari menjelang peristiwa dan berangkat menuju Dubai di hari sama saat terjadinya peristiwa itu.
Di antara jenis racun yang sering digunakan antara lain arsenik yang menewaskan sejumlah tokoh terkenal seperti Napoleon Bonaparte dari Perancis yang dibuang ke P Elba, Raja Inggeris George III dan pejuang Amerika Latin Simon Bolivar.
Sedangkan sianida dalam bentuk gas digunakan oleh Nazi Jerman untuk membunuh etnis Jahudi secara massal di kamar-kamar gas atau dalam bentuk kapsul, dikalungkan di leher untuk digunakan bunuh diri oleh gerilyawan Tamil atau juga oleh agen-agen dinas rahasia yang tertangkap musuh.
Ada lagi racun strychnine untuk menyerang sistem syaraf yang menyebabkan refleks reaksi korban berlebihan dan mati antara 10 atau 20 menit setelah terpapar, sedangkan risin yang juga mematikan terbuat dari ekstrak biji jarak (astor bean).
Wartawan Bulgaria
Kasus pembunuhan politik dialami wartawan Bulgaria Georgi Markov yang membelot ke Inggeris di era Perang Dingin pada pada 1978. Ia tewas tiga hari setelah seseorang menghampiri dan menusuknya dengan ujung payung di sebuah halte bus di kota London. Berdasarkan investigasi, Markov terpapar risin.
Pelakunya tidak pernah terungkap, namun diduga polisi Bulgaria dibantu Dinas Rahasia Uni Soviet, KGB.
Sementara itu, alibi Siti Aisyah bepergian ke Malaysia juga mengarah dugaan keterlibatannya pada kasus pembunuhan Jong Nam, apalagi berdasarkan pengakuan ibunya (Baenah) pada Reuters.
Aisyah mengatakan akan shooting acara komedi, melakukan adegan surprise dengan menyemprotkan parfum pada wajah seseorang.
Kabar terakhir dari Kuala Lumpur, Aisyah yang sebelumnya tidak bisa dihubungi karena sedang dalam proses investigasi oleh kepolisian Malaysia, sudah boleh ditemui oleh pejabat KBRI.
Sementara seorang tersangka lainnya, diplomat Korut di Malaysia, Hyon Kwang Song tidak bisa dimintai keterangannaya karena ia memiliki kekebalan diplomatik. Pihak Korut malah menuduh Malaysia berkomplot dengan musuh-musuh Korut, dan menolak investigasi yang dilakukan negara jiran itu.
Lambat tapi pasti, misteri dan komplotan pelaku yang menghabisi nyawa Jong Nam agaknya akan tersingkap juga. (AP/AFP/Reuters/NS)





