Rahasia Neurosains agar Anak Belajar dengan Cepat

Ilustrasi ibu mendampingi anak belajar. (Foto: Thinkstock)

JAKARTA – CEO Stress Management Indonesia Coach Pris, mengatakan bahwa ketika orang tua dapat mendidik anak dengan tepat, otak anak dapat bekerja dengan benar dan anak menjadi lebih bahagia.

Menurut dia, ketika anak bahagia, mereka belajar dengan lebih cepat. Lalu, ketika anak dapat belajar dengan lebih cepat, prestasi mereka akan meningkat dan akan membanggakan orang tua dan orang-orang di sekitar.

Pris mengungkapkan rahasia neurosains agar anak cepat dalam belajar, salah satunya dengan pemberian motivasi. Sebagian besar anak menyadari keterbatasan mereka sendiri. Oleh karena itu, mereka sering merasa cemas dan frustasi ketika mencoba melakukan sesuatu.

“Orang tua harus membantu anak-anak mengatasi kekurangan dan menyadari potensi mereka, juga meyakinkan mereka bahwa mereka mampu untuk melakukan apapun yang mereka impikan,” ujarnya.

Selain itu, kata Pris, memberikan pendidikan yang tepat. Orang tua harus aktif mempromosikan kemampuan anak-anaknya dengan melibatkan mereka di sekolah. Misalnya dengan memilih sekolah inklusif yang mendukung perkembangan anak sesuai dengan kekuatannya masing-masing.

Hal lainnya yakni mengajari pentingnya makna kehidupan. Menurut Pris, terkadang anak tidak antusias belajar karena takut melakukan kesalahan dan kurang memahami pentingnya kegiatan tersebut.

“Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengajarkan dan berbicara kepada anak-anaknya tentang arti hidup. Misalnya, kegagalan bukanlah hal yang memalukan dan ilmu yang dipelajari akan berguna bagi kehidupan,” katanya.

Terakhir, lanjut Pris, mengajak anak aktif dalam komunitas. Bergabung dengan komunitas dapat memberikan dampak positif bagi orang tua dan anak. Dengan cara ini, orang tua dan anak dapat bersosialisasi dan bermain bersama seperti selayaknya.

Pris mengingatkan bahwa membesarkan dan mendidik anak adalah kewajiban setiap orang tua. Untuk itu, penting adanya mengetahui kekuatan anak sejak dini agar orang tua dapat memengaruhi arah masa depannya.

Anak berkebutuhan khusus, yaitu anak yang mengalami keterbatasan atau pengecualian pada tingkat fisik, mental, intelektual, sosial atau emosional, memiliki cara didik yang istimewa.

“Cara didik yang kurang sesuai memiliki efek yang mendalam pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak,” tuturnya.

Advertisement