TEHERAN – Pengakuan Iran yag telah menembak jatuh pesawat Ukraina memicu demonstrasi rakyat Iran yang bergabung dalam protes di jalan-jalan Teheran dan kota-kota lainnya yang memasuki hari ketiga berturut-turut, Senin (13/1/201).
Sebelum mengakui menembak jatuh pesawat berpenumpang 17 yang tewas semua tersebut, Pemerintah IranĀ bersikukuh bahwa tuduhan mengenai serangan misil itu merupakan propaganda Barat.
Protes-protes dimulai hari Sabtu (11/1/2020) sewaktu masyarakat yang berkumpul di Teheran menujukkan kemarahan mereka terhadap penguasa Iran. Ratusan orang kembali lagi hari Senin (13/1/2020) menyusul seruan di media sosial.
Mereka meneriakkan āMundurā dan āMatilah para pembohongā. Polisi antihuru-hara dikerahkan di tempat-tempat umum di berbagai penjuru ibukota Iran itu.
āSaya hanya dapat mengatakan bahwa bantahan dan menutup-nutupi kebenaran, selama tiga hari terakhir, sangat menambah penderitaan dan kedukaan keluarga,ā kata Zahra Razeghi, warga Teheran, dilaporkan VOA.
Seorang warga Teheran lainnya, Saeed, mengemukakan, āMedia kami berupaya menggambarkan penyebab kecelakaan adalah karena masalah teknis, karena alasan politik dan kepentingan mereka. Tetapi perkembangan berikutnya mengubah segalanya dan mereka harus menyampaikan yang sebenarnya.ā





