PERANCIS – Dua pria pengunjung sebuah bar di Nice, Perancis melakukan pemukulan terhadap seorang pelayan bar yang dianggapnya mempermalukan Islam karena menjual minuman beralkohol saat bulan Ramadhan.
Ketika itu, hari pertama puasa, seorang pelayan yang tidak mau disebutkan identitasnya, seperti dilaporkan koran Perancis L’obs yang dikutip The Independent, sedang bekerja sendirian di bar tempat ia bekerja.
“Saya sendirian di dalam bar saat dua pria itu meyerang,” katanya.
Kemudian kedua orang tersebut, menurutnya, menunjuk botol alkohol yang ada di belakang meja dan salah satu di antara mereka berbicara bahasa Arab, “Kamu memalukan karena menyajikan alkohol pada bulan Ramadan. Jika saya Tuhan saya akan gantung kamu, ” ujarnya.
Pelayan yang juga muslim tersbeut membela diri, “Kalian bukan Tuhan yang berhak menghakimi saya,” kata sang pelayan sambil berdiri di depan dua pria tersebut.
Kedua pengunjung sempat keluar meninggalkan bar, namun kembali lagi dan memukul sang pelayan hingga terjatuh.
Tak lama setelah mereka pergi, salah satu pria tersebut kembali dan memukulnya hingga ia tersungkur di lantai.
“Saya tidak berpikir di Perancis yang merupakan negara bebas, saya diserang seperti ini. Saya takut mereka akan kembali, tapi saya tidak ingin ini mempengaruhi pekerjaan saya,” katanya.
Menurut manager restoran yang juga tidak ingin disebutkan namanya, kejadian yang terekam CCTV tersebut akhirnya menjadi bukti yang akan diajukan ke kepolisian, “Sekitar pukul 12.30, dia menelepon saya sambil menangis. Saya langsung ke tempat kejadian. Saya melaporkan kepada polisi yang tiba di lokasi.”
“Seluruh kejadian itu terekan oleh kamera CCTV dan saya serahkan ke pihak berwenang,” ujarnya.





