
TUBAN – Kontroversi berdirinya patung Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen yang berada di halaman belakang Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio (KSB) Tuban di media sosial nyatanya tidak terjadi di kehidupan nyata.
Di media sosial keberadaan patung tersebut diperdebatkan karena belum adanya ijin IMB hingga mengangkat isu SARA.
Berdasarkan pantauan beritajatim, warga masyarakat Kabupaten Tuban khususnya yang tinggal di sekitar klenteng tidak terjadi gejolak apapun.
“Bagi warga sekitar tidak menganggu sama sekali,” ujar Lasi (54), salah satu warga yang tinggal persis di belakang Klenteng Kwan Sing Bio Tuban.
Wasis, warga lainnya yang tinggal di sekitar klenteng yang langsung menghadap ke laut utara Tuban itujuga mengungkapkan, jika memang patung tersebut dipermasalahan kenapa tidak dari awal sebelum dibangun. “Warga Tuban biasa saja,” kata Wasis.
Sementara Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad juga menegaskan bahwa selama adanya Patung Dewa yang viral di medsos itu wilayah hukum Polres Tuban masih tetap aman dan kondusif. Sampai sejauh ini kehidupan antar umat beragama di Bumi Wali sangat damai dan memiliki toleransi yang sangat tinggi.
“Yang ramai justru masyarakat luar Tuban, sejauh ini wilayah Tuban tidak ada gejolak dan situasi aman terkendali. Sedangkan untuk kegiatan keagamaan di klenteng juga berjalan normal seperti biasa,” ungkap Fadly.
Sedangkan dari pihak Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban belum berkomentar banyak terkait dengan terjadinya perdebatan patung dewa itu untuk menjaga situasi tetap aman. Pada intinya, pihak dari klenteng yang terbesar se-Asia Tenggara itu berharap wilayah Indonesia khususnya Tuban tetap damai.
“Harapannya Indonesia aman dan damai selalu,” jawab Gunawan Putra Wirawan, selaku Ketua TITD Kwan Sing Bio Tuban saat dikonfirmasi terkait polemik itu.
Hingga kini keberadaan patung Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen yang ada di halaman belakang kelenteng tersebut masih ditutup dengan kain putih guna meredam situasi yang sedang ramai di medsos.




