GARUT – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Memet Hikmat mengatakan gempa bumi di Garut telah menyebabkan kerusakan di wilayahnya.
Diantaranya 47 rumah rusak ringan, 11 rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak berat. Kerusakan juga terjadi di fasilitas pendidikan dan tempat kegiatan usaha.
Jumlah masyarakat terdampak bencana 99 kepala keluarga atau 338 jiwa tersebar di 37 desa di 16 kecamatan, sedangkan mereka yang mengungsi empat kepala keluarga atau 14 jiwa. Mereka mengungsi ke tetangga atau keluarga terdekat yang relatif aman dari kemungkinan gempa susulan.
Tercatat korban gempa yang mengungsi, masing-masing satu KKÂ di Dusun Kertajaga, Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Desa Penyingkiran, Kecamatan Ciamis, Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, dan Desa Kalijaya, Kecamatan Banjaranyar.
Penjabat Bupati Ciamis Engkus Sutisna mengimbau masyarakat selalu meningkatkan kesadaran terkait dengan mitigasi bencana alam dengan tidak panik apabila terjadi gempa.
Saat terjadi gempa, katanya, hal yang dapat dilakukan, salah satunya dengan mengevakuasi diri ke tempat luas atau berlindung di bawah meja.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan gempa bumi bermagnitudo 6,2 terjadi pada Sabtu (27/4) tengah malam dengan pusat gempa di laut 151 km barat daya Kabupaten Garut dengan kedalaman 10 km dan tidak berpotensi tsunami.
Guncangan gempa itu tidak hanya dirasakan di Garut, tetapi juga daerah lainnya, seperti Kabupaten Tasikmalaya, Bandung, Pangandaran, dan Ciamis.





