Ratusan Keluarga di Bekasi Terdampak Cuaca Ekstrem

Ilustrasi Banjir luapan Kali Ulu merendam permukiman warga di Desa Tanjungsari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/2/2023). (Foto: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Sebanyak 304 warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terdampak cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dalam dua hari terakhir, menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, data sementara mencatat 169 keluarga atau 304 jiwa terdampak dan tersebar di sembilan desa di wilayah tersebut.
“Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya, Jumat (24/10).

Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Bekasi telah dikerahkan untuk melakukan penanganan darurat, seperti distribusi bantuan logistik makanan serta penyediaan terpal dan tikar bagi warga yang rumahnya rusak.

BNPB belum merinci jumlah dan tingkat kerusakan rumah maupun fasilitas publik akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada Kamis (23/10). Namun, upaya pemulihan dan penanganan darurat dilakukan secara bersamaan di bawah koordinasi BPBD Kabupaten Bekasi.

Selain itu, BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Barat. Operasi ini bertujuan mengendalikan curah hujan agar tidak melampaui batas normal, terutama di wilayah padat penduduk dan rawan banjir.

Dalam pelaksanaannya, BNPB menggunakan pesawat Cessna Caravan 2028 PK-YNA, dengan dua sorti penerbangan dan 1.600 kilogram bahan semai. “OMC ini dilakukan untuk menekan potensi bencana hidrometeorologi di masa peralihan musim,” kata Abdul, dilansir Antara.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here