spot_img

Ratusan Kerbau di Simeulue Aceh Mati Mendadak, Warga resah

ACEH – Ratusan kerbau di Kabupaten Simeulue, Nanggroe Aceh Darussalam, dalam dua bulan terakhir ini mati mendadak secara misterius dan membuat warga resah.

Sebelum mati, tubuh kerbau mengurus seperti kelaparan. Warga resah karena banyak ternak mereka mati tanpa diketahui penyebabnya dan penanganannya. Meskipun warga sudah berusaha melakukan pengobatan secara tradisional maupun medis, namun ternak tak kunjung sembuh.

Salah seorang pemilik ternak, Rifon Amin (32) mengatakan jika warga sudah mendatangkan tim medis dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Simeulue, tetapi belum juga kunjung sembuh.

Katanya, penyakitnya sangat aneh dan tidak pernah terjadi sebelumnya. Awalnya kerbau seperti hilang nafsu makan, lalu badannya semakin kurus seperti kelaparan dan akhirnya tewas.

Akibat banyak kerbau seperti kekurangan gizi, harga jual pun semakin merosot tajam. Biasanya satu ekor kerbau bisa laku dijual Rp 10 juta, sekarang kerbau yang sudah terserang penyakit itu hanya laku dijual Rp 1,5 juta per ekor.

“Ada yang sempat dijual, tetapi harganya sangat murah,” jelasnya, Rabu (15/3/2017), dikutip dari merdeka.com.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Simeulue, Rafuan membenarkan ada ratusan ternak warga mati mendadak akhir-akhir ini. Hasil evaluasi  ternak kerbau diduga terjangkiti penyakit Defisiesi Nutrisi dan Kekurangan Pakan.

Menurutnya, penyakit itu merusak bagian usus lambung hewan. Sehingga fungsi pencernaan untuk memproses makanan terganggu. Hasil pemeriksaan sementara, kerbau yang diserang penyakit itu disebabkan mengkonsumsi rumput di areal persawahan pertanian yang menggunakan obat pestisida.

Rafaun meminta kepada masyarakat agar tidak menggunakan pestisida sembarangan tempat, khususnya agar hindari gunakan pestisida untuk membasmi rumput.

spot_img

Related Articles

spot_img

Latest Articles