Ratusan Ribu Orang Mengungsi, Akibat Gelombang Kekerasan di Kongo

Pengungsi Kongo. Foto: The Borgen

KONGO – Ratusan ribu orang telah diusir dari rumah mereka di daerah timur laut Republik Demokratik Kongo (DRC) dalam dua minggu terakhir. Mereka terpaksa melarikan diri dari gelombang kekerasan antar etnis yang menewaskan lebih dari 160 orang, termasuk bayi dan anak-anak.

Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) pada hari Selasa menyatakan sangat khawatir atas maraknya kekerasan di provinsi Ituri di DRC. UNHCR telah melihat beberapa serangan yang melibatkan kelompok-kelompok Hema dan Lendu sejak awal Juni.

Juru bicara UNHCR Babar Baloch mengatakan, kekerasan telah memaksa lebih dari 300.000 meninggalkan rumah mereka.

“Orang-orang lari dengan kisah mengerikan tentang bagaimana kekerasan telah dilancarkan terhadap mereka,” katanya, Baloch memperingatkan jumlah pengungsi berkemungkinan akan terus tinggi.

Penyebab kebakaran terbaru tidakjelas, tetapi itu terjadi di daerah di mana puluhan ribu orang tewas dalam bentrokan antara Hema dan Lendu antara 1999 dan 2003.

Serangan antara kedua komunitas juga telah menyebabkan sekitar 350.000 pengungsi pada akhir 2017 dan awal 2018, menewaskan sekitar 300 orang sebelum ketenangan renggang mulai terjadi.

Dilansir Al Jazeera, minggu lalu, empat pedagang Lendu terbunuh dalam serangan yang oleh Lendu disalahkan pada Hema, yang menurut penduduk setempat memicu kekerasan terbaru.

Advertisement